Pemilik HIK Gaul, dari Jualan Emperan Hingga Umrohkan Karyawan
- 04 Feb 2025 19:01 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Wedangan yang menyajikan beragam jenis olahan minuman, utamanya bahan jahe, sangat cocok dinikmati penggemarnya. Dengan memberi rasa yang berbeda dan harga yang murah, wedangan hik ini menjadi tempat tongkrongan yang fenomenal.
Hik Gaul, berlokasi tepatnya di Karanganyarnya jalan Lawu, awalnya hanya wedangan hik yang sepertinya umumnya dipinggir jalan, dengan gerobak ataupun tenda kecil. Namun kini, dengan tempat yang luas dapat menerima pelangganya tidak saja datang dari wilayah sekitar namun dari beberapa luar kota.
Kepada RRI, Owner Hik Gaul Sri Mulyani mengatakan, awalnya hik Gaul dirintis tahun 2002 oleh sang suami yang kini sudah tiada. Awalnya hanya menggunakan tenda biru dekat lampu merah terminal Bejen Karanganyar.
"Pelanggannya jadi makin banyak, jadi tempat kita bikin lebih luas," ujarnya, Selasa (4/2/2025).
Dikatakan, pelangganya sehari bisa ribuan pengunjung dan meningkat pada weekend dan hari libur. Pengunjung tidak saja dari wilayah solo raya namun dari beberapa kota di jatim dan jawa Tengah.
"Biasanya menggunakan mobil pribadi, bahkan ada yang rombongan menggunakan bus," ujarnya.
Pelanggannya juga tidak saja para pegawai pemerintahan atau swasta juga pejabat negara. Mereka juga dikatakan sering diundang menyajikan menu wedangan khas hik Gaul dalam sejumlah acara yang digelar intansi atau hotel, baik didalam kota Solo hingga ke Jakarta.
"Meski pelangga kami berasal dari berbagai kalangan tapi harga wedangan kita tidak berubah," ucapnya.
Sejumlah menu andalan yang disajikan di hik antara lain untuk minuman olahan jahe dengan sejumlah mix ada 40 macam. Selain wedangan ada juga makanan seperti bumbur tumpeng,nasi tumper,opor, nasi pecel, soup. Snacknya seperti gorengan yang disajikan dalam kondisi panas, tempe bacem ,sate dan, lain lain.
"Untuk harga minuman masih dibawah 10 ribu per gelas," ujarnya.
Mulyani panggilan akrabnya mengatakan, wedangan andalan di tempatnya berupa jahe yang dimix dengan lain seminggu dapt menghabiskan 1 kwintal jahe.
"Sehari omzet sampek puluhan juta rupiah lebih. saya juga tidak segan berbagi hasil rezeki sama karyawan, ya memberangkatkan umroh ke tanah suci," ucapnya.
Hingga kini, sudah 3 karyawanyang telah diebrangkatkan dengan masa kerja sudah 7 tahun. Sementara itu saat ini ia dibantu sebanyak 20 karyawan.
"Untuk jam buka mulai dari jam 4 sore sampai pukul 11 malam, buka setiap hari kecuali hari Selasa," katanya. Lidia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....