Panji, Remaja Wonogiri Pelestari Seni Tatah Wayang Kulit
- 03 Feb 2025 19:03 WIB
- Surakarta
KBRN, Wonogiri: Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, Panji Putra Yudistira (15), seorang pelajar SMP Negeri 2 Manyaran, Wonogiri, tetap teguh menekuni seni menatah wayang. Baginya, keterampilan ini bukan sekadar hobi, tetapi sebuah bentuk pelestarian warisan keluarga.
"Saya ingin melanjutkan warisan dari kakek saya. Kakek dan pakdhe juga penatah," ujar Panji, yang berasal dari Ngembong, Pijiharjo, Manyaran, Wonogiri kepada RRI, Senin (3/2/2025).
Minatnya terhadap seni tatah wayang mulai berkembang sejak ia masuk SMP. Beruntung, sekolahnya menyediakan mata pelajaran menatah wayang serta ekstrakurikuler khusus bagi siswa yang ingin mendalaminya. Dari sinilah, Panji semakin serius mengasah kemampuannya.
Tidak hanya di sekolah, Panji juga aktif menatah wayang di rumah. Bahkan, ia menerima pesanan dari pelanggan. "Kalau sehari nggak bisa langsung jadi, biasanya sebulan baru selesai satu wayang," ucapnya.
Durasi pengerjaan bergantung pada tingkat kesulitan wayang yang dibuat. "Paling sulit itu gunungan atau wayang keraton," katanya.
Meski baru tiga tahun menekuni seni ini, Panji sudah mendapat dukungan penuh dari keluarganya. "Alhamdulillah, keluarga mendukung saya," katanya dengan penuh syukur.
Ketertarikan Panji terhadap menatah wayang menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap seni tradisi. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....