Damkar Solo Tunggu Tunjangan Risiko

  • 28 Jan 2025 18:18 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Profesi petugas pemadam kebakaran (damkar) menjadi salah satu pekerjaan yang penuh risiko dan tanggung jawab tinggi. Mereka tidak hanya berhadapan dengan kebakaran, tetapi juga dengan berbagai kondisi darurat lainnya, seperti bencana alam dan kecelakaan.

Belakangan sering viral unggahan aksi penyelamatan yang dilakukan Damkar di Media Sosial banyak komentar positif. Banyak netizen menyebut instansi yang memiliki slogan 'Pantang Pulang Sebelum Api Padam' tersebut sekarang gercep (cepat) merespon permintaan bantuan pertolongan masyarakat tanpa ada syarat macam-macam.

Bahkan banyak yang mengelu-elukan Damkar sebagai instansi yang melindungi dan melayani. Meskipun demikian, besaran gaji petugas pemadam kebakaran sering menjadi perhatian publik.

Kepala Damkar Solo Sutardjo mengakui kondisi tersebut. Dedikasi serta keberanian anggota Damkar belum sepenuhnya diberikan imbalan sesuai risiko.

"Kalau gaji memang sudah ada standarnya ya, ASN semua sesuai dengan aturan yang ada. Tapi kalau tunjangan risiko ini belum dapat," kata Sutardjo Senin (27/1/2025).

Sutardjo mengatakan Pemerintah Kota Solo belum bisa memberikan tunjangan risiko terhadap anggota damkar yang dinilai itu sangat penting. Tunjangan yang ada saat ini hanya melekat sesuai tunjangan ASN pada umumnya.

"Mestinya ada tunjangan risiko, tapi kami belum bisa menerapkan, mudah mudahan pemerintah kedepan memikirkan kalau memang sudah ada anggaran bisa memberikan tunjangan risiko," ucap dia.

Saat ini Damkar Solo memiliki 130 SDM di Empat Pos yang terdiri dari 40 PNS, 50 P3K dan sebagian lagi TKPK dan Outsourcing. Sutardjo juga berharap pegawai TKPK atau honorer yang ada di Damkar kini bisa direkrut menjadi P3K agar status dsn penghasilannya lebih layak.

"Kalau pemanfaatan tenaga outsourcing karena penambahan pos diperlukan tambahan SDM. Semua yang di sini sudah punya sertifikasi profesi, kalau mereka keluar karena statusnya (penghasilan kurang) kan juga kita yang rugi, karena sudah mendidiknya."

Sementara itu Kepala Bidang Sosialisasi Damkar Solo Widodo menyampaikan sekarang ini penyelamatan non kebakaran lebih besar. Seperti penyelamatan binatang, ular masuk rumah, sarang tawon hingga pelepasan cincin. Disampaikan Widodo dalam sebulan lebih dari 10 evakuasi cincin di Damkar Solo.

"Semua sekarang carinya Damkar, evakuasi tawon, ular, kunci jatuh ke got HP jatuh. Malah cincin itu banyak, karena kalau ke dokter mesti langsung diminta ke Damkar," ucapnya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....