25 Tahun Jualan Jamu Gendong, Karni Jaga Resep Turun Temurun

  • 04 Des 2024 22:31 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Jamu menjadi salah salah satu minuman herbal yang banyak digemari masyarakt karena khasiatnya yang memberikan banyak manfaat bagi Kesehatan. Dari berbagai macam jenis jamu jamu gendong juga salah satu yang masih terus eksis yang keberadaanya sudah ada sejak lama.

Jamu Gendong yang dikenal dengan nama tersebut karena cara penjualannya yang khas yaitu dengan menggendong bakul berisi botol botol jamu.

Salah satu jamu gendong di Solo cukup banyak pelangganya adalah Jamu Nyonya Karni tepatnya di Pasar Nongko Solo. Beraneka macam jamu tradisional dan manfaatnya didalam botol beling besar diletakkan di meja raknya untuk siap disajikan bagi pelangganya.

Menurut Karni ketika ditemui RRI, sudah 25 tahun ia menekuni menjual jamu tradisional jamu gendong semula ia berjualan dengan cara keliling, namun sudah puluhan terakhir ini menjual jamu dengan mangkal di pasar Nongko. Dibantu dengan sang suami yang mangkal juga di Manahan puluhan liter jamu terjual bagi pelangganya.

“Pelanggan saya banyak sebab katanya banyak yang cocok dengan jamunya misalnya pegal pegal, masuk angina, minum jamu cocok , batuk sekali 2 kali pagi dan sore 3 sampai dengan 4 hari sembuh,“ katanya kepada RRI, Rabu (4/12/2024).

Diakuinya pelangganya cukup ramai karena mereka cocok dengan jamu olahan yang dibuatnya. Bermacam jamu yang dibuatnya seperti kunyir asam, beras kencur ,Jamu cabe puyeng,jamu pahitan, Jamu, kudu laos, Jamu suruh, Jamu Uyup Uyup, dan lain lain.

Sedangkan, bahannya bermacam rimpang, daun dan rempah-rempah, diantaranya, jahe, kunyit, laos, temu lawak,lempuyang, daun kates dan rempah rempah yaitu bottor, daun cengkeh, kapulaga, kayu manis. Sedangkan untuk gulanya menggunakan gula jawa sama aren dan sedikit menggunakan gula pasir.

Sedangkan manfaatnya mulai dari menyembuhkan masuk angin, batuk, obat diabetes, liver, selain itu itu untuk perawatan kewanitaan .

“Itu resepnya warisan dari mbah buyut kemudian ibu orangtua dan ke saya aslinya saya sukoharjo, dulu waktu belajar itu saya nyari-myari pelanggan itu kan diajari sama orang tua. Sehari saya bawa jamu 18 liter, ngak mesti (laku,red), kalo ada pesanan misalnya berapa liter nanti saya buatkan lagi,” ujarnya.

Dalam mengolah jamu selalu menjaga rasa, dengan memakai resep yang diturunkan dari mbah Buyutnya. Karni asal Sukoharjo ini mengatakan dalam mengolah ramuan jamu dengan menggunakan perbandingan yang tepat. Seperti kunyit dengan gula dan keasaman dengan perbandingan takaran yang tepat.

"Hasilnya memang cukup enak bagi pelanggan jamu nya tidak terasa encer namun kekentalan yang pas. Untuk harga mulai dari 5.000 sampai 6.000 untuk sekali sajian gelas, sedangkan dalam kemasan yang biasanya untuk perawatan isi 500 mili liter 20 ribu sampai 25 ribu," ujarnya. Lidia/AD

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....