Berawal dari Modal Kecil, Arif Bangun Usaha Lumpia hingga Lunasi Utang 1 Milyar

  • 29 Agt 2026 11:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Keterbatasan modal kerap menjadi alasan seseorang mengurungkan niat untuk memulai usaha. Namun, Arif Sanyoto, owner Lumpia Sortalok sekaligus founder komunitas Naik Kelas, membuktikan bahwa keterbatasan modal bukan satu-satunya penentu keberhasilan sebuah usaha.

Arif memulai Lumpia Sortalok setelah mengalami kegagalan dalam usaha sebelumnya yang membuatnya memiliki utang sekitar Rp1,5 miliar. Dalam kondisi tersebut, ia menjual tabung gas dan menggunakan uang Rp108 ribu sebagai modal awal untuk membeli bahan baku lumpia.

Dengan memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, usaha tersebut berkembang dengan cepat. Arif menyebut pada empat bulan pertama penjualan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 6.000 lumpia per hari karena konten yang dibuat berhasil menarik perhatian masyarakat.

Menurut Arif, kunci pengembangan usaha bukan semata-mata pada besarnya modal, tetapi bagaimana modal tersebut terus diputar. Ia menerapkan prinsip tidak mengambil modal maupun keuntungan selama enam bulan pertama agar seluruh hasil usaha dapat kembali digunakan untuk mengembangkan bisnis.

“Bukan seberapa besar modal yang kita miliki, tetapi berapa pun modal yang kita miliki, selama kita tahu seni memutar modal, kita bisa mengembangkannya,” ujar Arif dalam dialog bersama Pro 4 RRI Surakarta.

Arif juga menekankan pentingnya pembukuan dan pemisahan keuangan usaha dengan kebutuhan pribadi. Menurutnya, pengusaha harus memperlakukan usaha seperti merawat anak, sehingga memiliki tujuan, sistem, komitmen, dan disiplin yang jelas.

Pengalaman kegagalan sebelumnya juga menjadi pelajaran penting bagi Arif. Ia pernah mempercayakan pengelolaan usaha sepenuhnya kepada satu orang hingga terjadi penggelapan yang membuat aset usahanya habis. Dari pengalaman tersebut, ia menilai kepercayaan kepada karyawan tetap penting, tetapi pengawasan dari pemilik usaha tidak boleh ditinggalkan.

Arif mengatakan Lumpia Sortalok tidak hanya menjadi sumber pendapatan dari penjualan produk. Usaha tersebut juga menjadi pintu terbukanya berbagai relasi dan peluang kerja sama, termasuk dengan pengusaha lain yang tertarik mempelajari sistem bisnis yang dijalankannya.

Dalam perjalanan 11 bulan, Arif menyebut utang yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1,5 miliar telah berkurang menjadi sekitar Rp40 juta. Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari keuntungan penjualan lumpia, tetapi juga dari berbagai peluang bisnis dan kerja sama yang berkembang di sekitar usahanya. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....