Satu Potong Tak Pernah Cukup: Intip Goreng
- 11 Agt 2026 05:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ada yang bisa berhenti setelah satu potong intip goreng? Rasanya, pertanyaan itu justru sulit dijawab ketika suara kriuk pertama sudah terdengar. Intip goreng merupakan camilan tradisional yang dibuat dari kerak nasi yang menempel di dasar panci atau periuk, kemudian dikeringkan dan digoreng hingga renyah. Penelitian dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta juga menyebut intip sebagai makanan tradisional yang telah lama dikenal di sejumlah daerah di Indonesia.
Daya tarik intip goreng memang sederhana: teksturnya renyah, rasanya gurih, dan aromanya menggoda saat baru digoreng. Ada pula versi manis dengan balutan gula jawa yang membuat perpaduan rasa gurih dan manis semakin sulit ditolak. Penelitian mengenai tingkat kesukaan konsumen terhadap intip menunjukkan bahwa tekstur, warna, aroma, dan kesukaan keseluruhan menjadi bagian penting dalam penerimaan konsumen terhadap camilan ini. Contoh dikutip dari JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan) Universitas Slamet Riyadi, penelitian tersebut menemukan bahwa kesukaan konsumen terhadap intip dapat berubah selama penyimpanan, terutama pada aspek kerenyahan dan aroma.
Namun, istilah “bikin nagih” sebaiknya dipahami sebagai ungkapan karena rasanya enak, bukan berarti intip goreng secara ilmiah menyebabkan kecanduan. Sebagai makanan yang digoreng, porsinya tetap perlu diperhatikan, apalagi jika ditambah garam, gula, atau bumbu dalam jumlah banyak. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta menganjurkan pola makan beragam melalui prinsip gizi seimbang. Contoh dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, batas harian yang dianjurkan adalah gula maksimal 50 gram, garam 2.000 mg natrium atau sekitar 5 gram garam, dan lemak sekitar 67 gram per orang per hari.
Jadi, tidak ada salahnya menikmati intip goreng sebagai teman minum teh atau camilan saat berkumpul bersama keluarga, selama porsinya tetap masuk akal. Pilih intip yang dibuat dengan bahan dan proses yang bersih, serta perhatikan kualitas minyak yang digunakan untuk menggoreng. BPOM juga mengingatkan bahwa pemanasan minyak berulang dapat memicu oksidasi sehingga kualitas minyak perlu diperhatikan. Contoh dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, minyak yang digunakan kembali harus tetap dijaga kualitasnya dan tidak digunakan secara berlebihan. Pada akhirnya, mungkin memang benar satu potong intip goreng terasa belum cukup—tetapi menikmati camilan tradisional tetap paling nikmat jika dilakukan dengan bijak. (Barista_LPU)
Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI — Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. Kementerian Kesehatan RI
- Kementerian Kesehatan RI — Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak. Kementerian Kesehatan RI
- Universitas Slamet Riyadi — Perubahan Tingkat Kesukaan Konsumen Berdasarkan Parameter Sensoris pada Produk Intip. Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI — Habis Goreng, Minyaknya Disimpan Lagi? Yuk, Kenali Batas Aman Penggunaannya!. BPOM RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....