Meski Omset Turun Tak Surutkan Pemuda Asal Pekalongan Jual Mi Goreng Di Solo
- 27 Jul 2026 10:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Seorang penjual kuliner bakmi goreng di kawasan jalan Brigjend Katamso, Mojosongo, Jebres Solo, Muhammad Romadoni tetap semangat menjajakan kulinernya . Pria lajang asal kota Tegal itu selalu optimis berjualan bakmi goreng meski saat ini omsetnya turun hingga 50 persen. Doni panggilan akrabnya mengatakan omset penjualan bulan ini hanya sekitar Rp 700.000,' per hari, sedangkan pada bulan -bulan sebelumnya mencapai Rp 1,4 juta hingga Rp 1,5 juta . Ia menjual menu mi goreng dengan variasi harga tergantung toping atau tambahan campurannya. Seperti Mi goreng bakso, mi goreng sosis, dan mi goreng ampela dibandrol harga Rp 15.000,' setiap porsinya sedangkan mi goreng spesial harga Rp 19.000,' sementara untuk mi goreng komplit dipatok harga Rp 20.000,' per porsi.
" Omset saya turun sampai 50 persen , enggak tahu kenapa ya padahal bahan-bahan harganya naik semua, tapi saya tetep jualan saja karena pelanggan saya masih banyak," Doni mengeluh Senin (27 Juli 2026)
Kata Doni, meski dagangannya tidak selaris dulu, ia tetap memanjakan pelanggan dengan menu-menu bakmi gorengnya. Usaha yang ia geluti sejak tahun 2022 itu sudah menjadi mata pencahariannya. Doni tidak ada rencana untuk pulang kampung, bahkan dirinya ingin menetap di kota bengawan ini.
Gerobak dorong mi goreng Doni mulai dibuka setiap hari Senin hingga Minggu , pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan tutup sekitar pukul 23.00 WIB . Letaknya sangat strategis yakni sekitar 50 meter utara pasar Debegan Mojosongo , Solo.
Terkait cita rasa mi goreng, Doni menyesuaikan lidah orang Solo. Hanya saja menurutnya tetap menambahkan bumbu sedikit kemiri ke dalam racikan bakmi gorengnya, selain bumbu pada umumnya yakni seperti bawang putih, bawang merah, merica , minyak wijen , kecap , penyedap rasa dan saus.
"Bakmi goreng saya enggak khas Tegal, saya menyesuaikan lidah orang Solo saja," kata Doni
Resep bakmi goreng ia dapatkan dari orang tuanya yang juga berdagang kuliner mi goreng di kota Tegal. Pada dasarnya bumbu mi goreng di Indonesia hampir sama, hanya ada variasi bumbu yang sedikit berbeda pada setiap daerah, tergantung selera masyarakat lokalnya.
Doni berharap harga-harga bahan untuk mi goreng segera stabil sehingga omset jualan juga segera naik kembali seperti bulan -bulan kemarin. (Ita Wijayanti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....