Barista Difabel di Erce Cafe Manahan Buktikan Kemandirian lewat Program SKA
- 26 Jun 2026 08:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Program Sentra Kreasi Atensi (SKA) yang digagas Kementerian Sosial terus menghadirkan ruang pemberdayaan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Melalui berbagai unit usaha yang dikelola penerima manfaat, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kemandirian sosial dan ekonomi.
Salah satu kisah sukses tersebut datang dari Haris Setiawan, penyandang disabilitas daksa yang kini bekerja sebagai barista di Erce Cafe Manahan, Surakarta. Pria yang telah bergabung selama lima tahun itu mengaku menemukan kesempatan baru untuk berkembang setelah mengikuti program yang dijalankan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.
Haris mengungkapkan bahwa dirinya sempat bekerja di sebuah pabrik setelah menyelesaikan pelatihan vokasional dari sentra. Namun, pandemi Covid-19 membuatnya harus berhenti bekerja akibat pengurangan tenaga kerja. Kesempatan kemudian datang saat ia diajak bergabung dalam pengembangan Erce Cafe yang menjadi bagian dari SKA.
“Awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang dunia perkopian. Setelah mendapat pelatihan, saya mulai belajar membuat kopi dan terus mencari referensi untuk mengembangkan kemampuan,” ujar Haris saat menjadi narasumber dalam Program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta.
Kini, Haris tidak hanya melayani pelanggan, tetapi juga aktif menciptakan berbagai inovasi menu minuman. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah mengikuti perkembangan pasar dan tren konsumen yang terus berubah. Meski demikian, ia mengaku senang karena dapat terus belajar dan mengembangkan kreativitasnya.
Ketua Tim Pemberdayaan Rusun dan Pengembangan SKA, Amrina Syafwani, mengatakan bahwa Haris merupakan salah satu contoh penerima manfaat yang berhasil mengembangkan potensinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan, praktik kerja, hingga evaluasi usaha.
Amrina menjelaskan bahwa SKA memberikan kesempatan kepada para penerima manfaat untuk mengelola usaha secara mandiri. Seluruh keuntungan usaha menjadi hak mereka, sementara fasilitas, peralatan, hingga modal usaha disediakan oleh Kementerian Sosial sebagai bentuk dukungan pemberdayaan.
Ke depan, Haris berharap dapat mewujudkan impiannya membuka kafe sendiri. Sementara itu, SKA terus berupaya melahirkan lebih banyak penerima manfaat yang mandiri dan berdaya, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup serta berkontribusi di tengah masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....