Pedagang CFD Colomadu Manfaatkan QRIS Tingkatkan Daya Saing

  • 30 Nov 2025 20:32 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Gemericik es terdengar dari balik stand portable milik salah satu pedagang Es Thai Tea, berpadu dengan keriuhan pengunjung di area Halte Koramil Car Free Day (CFD) Colomadu pada Minggu pagi (30/11/2025). Esti Kaeksi (24), wanita muda berjilbab biru, berkacamata, sibuk meracik Thai Tea, mengaduk campuran teh dan susu sebelum menuangkannya ke gelas.

Di depannya, seorang pembeli muda menanti sambil tetap berada di atas sepedanya, memboncengkan seorang anak yang lebih muda di belakangnya. Ia menunggu dengan tenang, lalu mengangkat ponselnya untuk men-scan QRIS di atas stand.

Tak ada dompet yang dikeluarkan, dan di layar ponselnya terlihat jumlah pembayaran minuman. Esti mengecek layar sebentar, lalu mengangguk sebagai tanda transaksi telah berhasil. Pembeli itu tersenyum dan perlahan mengayuh sepedanya menjauh, menyusuri keramaian pagi di CFD Colomadu.

Esti mengaku sudah memakai QRIS lebih dari 1,5 tahun. Ia mulai berdagang pada 2023, membuka usaha di rumah, dan setiap Minggu menjajakan minumannya di CFD Colomadu.

“Bikin QRIS BRI di awal 2023 membuat transaksiku lebih mudah, karena anak muda sekarang mayoritas cashless,” ucap Esti saat ditemui RRI Minggu pagi (30/11/2025).

Meski paguyuban pedagang CFD Colomadu Zona 1 baru menjalankan program QRIS setahun lalu, Esti sudah lebih dulu mendaftarkan diri. Menurutnya, penggunaan QRIS bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membuka peluang rejeki.

“Ada pelanggan yang khusus mencari penjual yang menyediakan QRIS. Kalau saya punya, mereka bisa jajan di tempat saya. Kalau tidak, mereka biasanya langsung lewat. Dengan QRIS, peluang jualan saya tetap terbuka dan minuman saya bisa laku,” katanya.

Esti menambahkan, setiap pembayaran yang masuk, langsung muncul notifikasinya melalui WhatsApp. “Kalau ramai pembeli, saya tidak perlu menyiapkan uang kembalian. Bahkan saat saya tidak berada di lokasi, saya bisa mengirim QRIS lewat aplikasi WhatsApp, dan pelanggan bisa transfer dari mana saja,” ucapnya.

Esti mengaku, selama saldo masuk, ia selalu memindahkan dana ke rekening pribadinya agar lebih aman. Senada dengan Esti, Ninok (55), warga Trowangsan, Colomadu, juga merasakan manfaat QRIS.

Ninok, salah satu pedagang es buah di CFD Colomadu menggunakan aplikasi QRIS untuk memudahkan penjualan. (Foto RRI/ Dinar)

Sebagai penjual es buah di CFD, transaksi di stand-stand miliknya lebih dilirik karena penggunaan QRIS, baik di area De Tjolomadoe maupun Koramil. “Sudah hampir dua tahun saya pakai QRIS. Saya buat QRIS BRI lewat paguyuban pedagang UMKM CFD Colomadu zona 1. Gratis, mudah, dan lancar selama digunakan,” ucap Ninok.

Hampir semua supplier bahan baku usaha miliknya kini juga menggunakan QRIS, sehingga ia sebagai pembeli juga tinggal men-scan untuk melakukan pembayaran bahan-bahan kebutuhan usahanya. Mengunakan QRIS juga mempengaruhi pelanggan yang datang.

“Pernah ada yang mau beli di stand sebelah saya, tapi karena penjual tidak pakai QRIS, akhirnya batal,” katanya.

Soal keamanan, ia merasa tenang dan tidak pernah mendapatkan masalah. “Setelah barcode di-scan, notifikasinya langsung muncul di WhatsApp. Aman-aman saja,” ucap Ninok.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Zona 1 Colomadu, Bambang, saat dihubungi RRI Surakarta (29/11/2025), mengatakan hampir 80 persen pedagang zona 1 ikut serta dalam pembuatan QRIS BRI tahun lalu. “Banyak, hampir 80 persen ikut bikin,” ujarnya.

Banyaknya pelaku UMKM yang membuat QRIS menunjukkan kesadaran mereka terhadap merebaknya tren cashless di kalangan pembeli CFD Colomadu.

  • QRIS Sudah Jadi Daya Saing Baru UMKM

QRIS bukan sekadar mempermudah transaksi. Menurut Dr. Achmad Choeruddin, ST, SE, MM, dosen S1 Manajemen di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, QRIS menjadi salah satu inovasi sistem pembayaran digital paling masif di Indonesia, terutama bagi UMKM. Menurutnya, keberadaan QRIS mempercepat transaksi dan memudahkan pencatatan keuangan, sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai.

“UMKM yang sebelumnya bergantung pada uang tunai kini bisa melayani pembeli lebih cepat dan lebih profesional. Otomatis, penjualan akan semakin meningkat karena pelayanan yang diberikan lebih maksimal. Selain itu, catatan digital membantu mereka mendapat akses pembiayaan karena riwayat transaksi lebih jelas,” kata Achmad.

Menurutnya, meski bermanfaat, QRIS juga memiliki sisi yang harus diperhatikan. Mengandalkan server penyedia layanan bisa menimbulkan risiko ketika sistem lambat atau terganggu, terutama di jam sibuk. Untuk itu, menurut Achmad, pemerintah dan penyedia layanan disarankan meningkatkan kapasitas server, menyediakan notifikasi resmi saat gangguan, dan mengedukasi UMKM agar tetap melek teknologi.

  • QRIS Menjadi Kebutuhan Bagi UMKM CFD Colomadu

Bagi pedagang seperti Esti dan Ninok, adaptasi terhadap digitalisasi di era cashless saat ini bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. QRIS membantu mereka tetap bersaing, menjaga peluang jualan, dan menjangkau konsumen modern yang kini lebih nyaman dengan transaksi cashless.

Ibarat termos yang selalu hangat dan es batu yang menyegarkan, QRIS kini menemani pedagang, selalu dicari, memudahkan transaksi, dan menjaga UMKM tetap berdaya saing. (Dinar Rusydiana)

Rekomendasi Berita