Karanganyar Expo 2025, Ruang Promosi Ratusan UMKM Lokal
- 21 Nov 2025 21:27 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menggelar pameran besar, Karanganyar Expo, selama 10 hari penuh, mulai 22 hingga 30 November 2025, bertempat di Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Event ini tidak hanya menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten, tetapi juga didesain secara khusus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempromosikan UMKM lokal.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, menyatakan bahwa Karanganyar Expo adalah bentuk nyata fasilitasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM.
"Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Karanganyar, sekaligus kita mempromosikan potensi-potensi UMKM dan pariwisata. Fasilitasi UMKM itu tidak hanya semata-mata bentuk bantuan modal, tetapi juga dengan event-event ini kita memberikan ruang bagi mereka untuk memamerkan produk-produk unggulan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).
Karanganyar Expo tahun ini dipastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada durasi yang lebih panjang, yaitu 10 hari, serta variasi hiburan yang bertujuan menarik keramaian.
Plt Kadisdageprin mengatakan, Expo akan menampilkan lebih dari 100 tenant, yang terdiri dari UMKM lokal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) internal, dan layanan perizinan dari DPMPTSP.
"Produk yang dipamerkan pun beragam, mencakup klaster makanan, kerajinan tangan, otomotif, hingga bursa tenaga kerja," ucapnya.
Heru menjelaskan, selama 10 hari tersebut, setiap malam akan disuguhkan hiburan seperti live music dan lomba Siskamling (bekerja sama dengan Satpol PP). Pihak Disdagperin juga menggandeng pasar malam sebagai daya tarik tambahan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga.
Kolaborasi besar dilakukan pada Hari Minggu, 23 November, dengan menggandeng Korpri untuk kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT Korpri ke-54.
"Kita kolaborasi untuk kegiatan dilaksanakan di areal Expo. Setelah jalan sehat mereka nanti bisa menikmati UMKM-UMKM yang ada. Intinya setiap hari itu memang harus ada hiburan untuk menarik pengunjung datang ke UMKM," katanya.
Meskipun tidak memasang target nominal perputaran uang (omset), Heru menekankan target dampak tidak langsung (multiplier effect).
"Target kita itu untuk pertumbuhan ekonomi dan juga untuk mengangkat potensi wisata. Harapannya investasi di Kabupaten Karanganyar juga akan semakin meningkat," katanya.
Dampak yang diharapkan adalah agar UMKM lokal menjadi lebih terkenal dan terbentuk pola kemitraan dengan pengusaha menengah dan besar. Kemitraan ini dapat mencakup suplai bahan baku, sekaligus mendorong hilirisasi dan pengembangan investasi.
Adapun, puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah fashion show yang digelar Dekranasda pada penutupan, tanggal 29 November, untuk memperkenalkan batik khas Karanganyar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....