Festival Batik Pungsari, Teguhkan Sragen jadi Pusat Batik Soloraya
- 01 Nov 2025 20:40 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Ratusan motif batik menghiasi setiap sudut dalam gelaran Festival Batik Pungsari Tahun 2025, Sabtu (1/11/2025). Perayaan budaya di Lapangan Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, menegaskan jati diri Kabupaten Sragen sebagai daerah penghasil batik terbesar di wilayah Soloraya.
Festival ini menampilkan beragam kegiatan menarik seperti karnaval batik, lomba tari, workshop edukasi membatik, bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik dan kuliner, lomba konten TikTok, lomba menyanyi, serta business matching antara pelaku usaha batik dengan mitra potensial.
Ketua Panitia, Usman menjelaskan bahwa Festival Batik Pungsari lahir dari semangat masyarakat untuk memperkenalkan potensi besar desanya dalam industri batik. Menurutnya Desa Pungsari memiliki banyak pengrajin batik dengan kapasitas produksi yang tinggi.
"Namun selama ini, nama Pungsari belum sepopuler sentra lain. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pungsari juga memiliki potensi luar biasa,” katanya saat menyampaikan sambutan.
Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk memperkenalkan batik yang ada di Desa Pungsari. Tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui industri batik, menuju desa wisata batik yang maju dan berdaya saing.
Sedangkan Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival yang diinisiasi oleh masyarakat dan pemerintah desa. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Sragen memiliki kekayaan budaya dan ekonomi kreatif yang luar biasa.
“Saya melihat festival ini sangat luar biasa. Ada 13 usaha batik yang menjadi sponsor utama dan ribuan warga yang hadir. Selama ini batik Sragen sering kalah pamor, padahal pengrajinnya justru terbanyak ada di sini. Karena itu, sudah saatnya kita tegaskan bahwa pusat batik Solo Raya ada di Kabupaten Sragen,” kata Bupati saat menyampaikan sambutan.
Bupati menambahkan, melimpahnya produsen batik di Sragen menjadi kekuatan besar yang harus terus didorong melalui promosi, edukasi, dan pengembangan industri kreatif.
“Kalau orang bicara batik Solo Raya, maka pusatnya adalah Sragen. Di sinilah pengrajinnya terbanyak, produknya beragam, dan kualitasnya unggul. Ke depan, tagline ‘Sragen Pusat Batik Solo Raya’ harus terus digaungkan,” katanya melanjutkan.
Selain itu, Bupati Sigit juga menekankan pentingnya regenerasi pengrajin batik agar seni membatik tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kalau jumlah pengrajin mulai menurun, kita harus mendidik generasi muda agar terus melestarikan batik. Banyak motif dan inovasi baru yang bisa dikembangkan untuk memperkaya khasanah batik Sragen,” ucap dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....