Rilisan Fisik Musik Bangkit, HIPMI Dorong Solo Jadi Kota Kreatif
- 21 Apr 2025 12:14 WIB
- Surakarta
.KBRN, SUrakarta: Di tengah dominasi platform digital, rilisan fisik musik justru kembali merebut hati para penikmatnya.
Fenomena inilah yang coba difasilitasiPTPN h Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo bersama Radio PTPN Solo dalam event Record Store Coming Home Vol 2, yang digelar di studio Radio PTPN, Minggu (20/4/2025).
Ketua Hipmi Solo, Wahyu Adi Wibowo, mengatakan acara ini memamerkan dan menjual berbagai rilisan fisik musik seperti kaset pita, vinyl, dan cakram padat (CD) lintas genre, menyasar para kolektor hingga penggemar musik lawas yang ingin bernostalgia dengan masa sebelum era digital.
“Kami berkolaborasi untuk mendukung ekonomi kreatif, khususnya di bidang musik. Ini adalah ruang bagi pelaku industri rilisan fisik untuk bertemu langsung dengan pasar,” ujar Wahyu Adi Wibowo.

Ketua Hipmi Solo, Wahyu Adi Wibowo meninjau stand pameran menjual berbagai rilisan fisik musik seperti kaset pita, vinyl, dan cakram padat (CD) lintas genre di PTPN Radio. (RRI Foto Mulato Ishaan)
Senada, Kabid Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Hipmi Solo, Wahyu Lulianto, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bengawan. Pihaknya berharap Solo bisa menjadi magnet baru dalam pariwisata berbasis kreativitas.
“Banyak komunitas saling support, sehingga kami berharap ke depan bisa jadi ekosistem baru industri ekonomi kreatif dan Solo jadi pusat pariwisata kreatif,” kata Wahyu Lulianto.
Sementara itu, Tamtomo Widhiandono alias Dondiet, kreator Record Store Coming Home Vol 2, menyebut rilisan fisik memiliki daya tarik tersendiri.
“Kini tren kembali berubah. Band-band indie mulai melirik rilisan fisik karena kesan eksklusifnya. Bahkan, harga rilisan fisik band lokal bisa lebih mahal dibanding band luar negeri,” ucapnya.
Menurut Dondiet, perubahan selera ini menunjukkan bahwa rilisan fisik bukan sekadar barang koleksi, melainkan juga simbol apresiasi terhadap musik dan senimannya.
“Event ini bukan hanya pasar musik, tapi juga ruang dialog antara kreativitas, bisnis, dan nostalgia,” katanya. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....