Mendag Gandeng UNS Cetak Pengusaha Muda Berorientasi Ekspor

  • 11 Mar 2025 21:32 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan rasio kewirausahaan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Guna mengejar ketertinggalan tersebut, pihaknya menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) guna mencetak wirausahawan muda yang berorientasi ekspor.

"Kita punya kerja sama dengan UNS untuk menciptakan entrepreneur-entrepreneur muda yang berorientasi ekspor," ujar Budi saat ditemui wartawan usai acara Dies Natalis ke-49 UNS, di Auditorium G.P.H Haryo Mataram, kampus setempat, Selasa (11/3/2025).

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengembangan wirausaha. Saat ini, rasio kewirausahaan nasional baru mencapai 3,4 persen.

Sementara Malaysia dan Thailand sudah di atas 4 persen, dan Singapura bahkan mencapai 8,6 persen. Padahal, untuk menjadi negara maju, rasio kewirausahaan minimal harus mencapai 12 persen dari total angkatan kerja.

“Rasio kewirausahaan kita kan masih rendah baru 3,4 persen. Sementara Malaysia dan Thailand itu sudah di atas 4 persen. Singapura 8,6 persen dan kalau di negara maju atau syarat penyediaan negara maju itu 10 sampai 12 persen. Jadi kita harus mengejar ketertinggalan itu menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045,” katanya.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan menggelar berbagai pelatihan, bimbingan, serta program bisnis matching. Harapannya agar UMKM dan mahasiswa di Kota Surakarta dapat berkembang menjadi pengusaha sukses yang mampu menembus pasar internasional.

"Kalau dari program kami kita ada namanya program UMKM Bisa Ekspor. Jadi Bisa Ekspor itu artinya berani inovasi dan siap adaptasi. Artinya ketika kita ekspor itu harus tahu resource base-nya apa, produknya apa, kualitasnya apa, manajemennya bagaimana. Kemudian siap adaptasi adalah market base-nya. Kita ingin UMKM tidak hanya sekadar bertahan, tetapi benar-benar berkembang dan siap bersaing di kancah global," ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Perdagangan juga mengandalkan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Langkah ini guna menjembatani UMKM dengan pembeli luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga dianugerahi sebagai salah satu alumni berprestasi UNS 2025. Pihaknya berharap, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat semakin mempercepat pertumbuhan wirausaha muda di Indonesia. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....