Cerita Sukses Eko Budi dari Budidaya Tanaman Kopi
- 19 Feb 2025 21:48 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali: Rasa keinginan melestarikan tanaman kopi yang mulai jarang ditemui, menumbuhkan niat Eko Budi Suroso, warga Ngemplak, Boyolali untuk memilih terjun menekuni usaha di kopi. Tidak saja menjadi petani kopi, tetapi ia juga terjun di bagian pengolahan hingga pemasaran.
Bahkan dalam upaya meningkatkan produksi kopi di wilayahnya, Eko aktif melakukan edukasi untuk penanaman kopi bagi warga sekitarnya.
Kepada RRI Eko Budi Suroso Owner Omah Kopi, Boyolali ini mengaku , potensi pengembangan produk kopi belakangan ini semakin meningkat seiring peminat penikmat kopi semakin bertambah baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Saya sendiri sudah mengekspor kopi asal Boyolali ke Korea, selain mensuplai ke beberapa tempat seperti ke rosteri, kedai kopi dan hotel di Boyolali," ujarnya, Rabu (19/2/2025).
Menurutnya, kopi Boyolali memiliki rasa khas dari tiga jenis kopi yang di budidayakan yaitu kopi robusta dengan rasa pahit yang soft, arabika lebih ke asam dan kopi libirika dengan khas bau Nangka. Eko mengatakan, kopi libirika merupakan peninggalan jaman Belanda yang ditanam di wilayah Boyolali.
“Di Boyolali potensi untuk kopi ini semakin naik terus bahkan sekarang itu dari petani tiap tahun itu banyak menanam tanaman kopi lagi, di tempat kami itu kan rata-rata petani itu kan punya lahan yang enggak terlalu besar,“ ucapnya.
Eko menyebut untuk lahan tanaman kopi di Boyolali tidak terlalu luas. Kopi yang dikelola warga bervariasi antara 1.500 hingga 3.000 meter, dengan produksi per tahun 8 hingga 12 ton.
Meski wilayahnya tidak bisa menjadi penghasil kopi besar karena tidak memiliki lahan yang luas, namun dengan lahan yang dimiliki rakyat untuk budidaya kopi, Ia optimis pengembangan kopi dapat mensejahterakan warga.
"Menanam kopi di wilayah saya itu sudah turun temurun. Iklim di wilayah saya itu memenuhi, tapi untuk lahannya sih kalau di tempat daerah lain misalnya Karanganyar, terus Temanggung, Wonosobo, itu kan ada lahan perhutani. Kalau sekarang di Boyolali, Jogja, Magelang itu kan perhutani sekarang dialihkan ke taman wisata jadi tidak bisa ditanami,“ katanya.
Ditambahkan Eko Budi, harga kopi belakangan ini cukup bagus. Dari kopi yang dikembangkan di Boyolali dijual dengan harga bervariasi.
"Untuk kopi mentah siap roasting 80 ribu sampai 95 ribu per kilo jenis robusta, jenis arabika 120 ribu hingga 150 ribu per kilo dan kopi libirika 110 sampai 130 ribu per kilogram," ujarnya.
Menurutnya rasa kopi yang nikmat tergantung proses pengolahan kopi. Untuk mendapat kopi yang enak kopi harus dipanen dengan kondisi matang. (Lidia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....