Lentera Pangan Wujudkan Optimaliasi Distribusi Bahan Pokok Aman
- 22 Jul 2026 09:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Lentera pangan merupakan Logistik Efisien Nasional Terintegrasi Ekonomi Rakyat Aman, sebuah langkah atau program yang merupakan bentuk mengoptimalisasikan distribusi angkutan bahan pokok supaya harga tetap terjaga atau stabil, stok pangan tetap aman serta kepercayaan rakyat tetap terjaga.
Pada komentar pagi RRI Surakarta yang disampaikan editor rri.co.id Agus Yoga Rabu (22 Juli 2026) program itu memastikan beras, cabai, telur, minyak serta bahan lain dari petani ke pasar ke meja makan tidak berbelit atau mutar mutar dan dan kemahalan.
Bukan rahasia lagi, jika harga naik bukan karena barang kosong, tetapi karena distribusi macet dan banyak pungli di jalan.
Terus apa yang menjadi penyebab atau biang kerok bahan pokok mahal, Agus Yoga berpandangan …
Rantai distribusi terlalu panjang: berawal dari petani, kemudian dibeli tengkulak 1 > tengkulak 2 > Pasar Induk, pedagang baru ke konsumen. Perputaran tersebut setiap tangan pasti memotong untung.
Ironisnya dan bukan menjadi rahasia kata Agus Yoga, masih ditemukan indikasi pungli di jalan, mulai dari uang keamanan hingga uang parkir liar truk. Berbagai pungli tersebut numpuk atau dijadikan satu kesatuan menjadi harga.
Terus bagaimana jalan keluarnya, pada komentar pagi berharap dilakukan potong rantai distribusi, koperasi tani langsung setor ke Pasar Induk atau koperasi konsumen. Untuk armada atau angkutan, 1 truk muat barang 5 koperasi dengan sistim “pooling”.
Pemerintah harus bergerak cepat sikat pungli dijalan dengan cara satgas re Q dan Dishub patroli disertai lapor via pesan singkat – WA.
Sementara berbagai pembayaran menggunakan aplikasi cek harga, cek lokasi truk dan pembayaran QRIS.
Langkah tersebut tentu tidak bisa bekerja sendiri, berbagai pihak harus berperan seperti, pemerintah membuka "Jalur Hijau Logistik" bebas pungli, jika dimungkinan subsidi solar atau bensin untuk truk pangan.
BI – Bank Indonesia menjaga inflasi, dorong pembayaran non-tunai supaya jejaknya jelas
Sementara Koperasi menjadi adi "aggregator" dengan mengumpulkan hasil petani dan jika memungkinkan mengkoordinasikan armada untuk angkutan.
Tak luput sesuai perannya, TNI-Polri dapat mengawal distribusi rawan dan tindak tegas preman pasar.
Disisi lain warga juga berperan dengan membeli di pasar dan koperasi serta tidak panic buying.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....