Tabungan Warga Senilai Ratusan Juta Rupiah di BKD-LKD Sragen Diduga Macet

  • 13 Jul 2026 14:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Ratusan warga di Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mengeluhkan dana tabungan mereka yang tertahan di Badan Kredit Desa (BKD) - Lembaga Keuangan Desa (LKD) Sumber Makmur. Uang simpanan masyarakat yang diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah tersebut hingga kini tidak dapat dicairkan.

Mayoritas nasabah yang menjadi korban merupakan kalangan petani tebu, pekerja perkebunan, dan buruh harian lepas. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tersendatnya pencairan dana ini diduga akibat banyaknya anggota yang memiliki pinjaman besar namun mengalami kemacetan dalam pembayaran.

Salah satu nasabah yang juga mantan Ketua RT setempat, Ngadimin (warga Dukuh Sidomulyo RT 10 B, Desa Kandangsapi), menuturkan bahwa dirinya telah menjadi nasabah sejak tahun 2007. Selama belasan tahun, operasional dan pelayanan lembaga keuangan tersebut awalnya berjalan tanpa kendala.

"Awalnya pelayanan sangat lancar. Proses setor dan penarikan bisa dilakukan kapan saja. Namun, sejak beberapa waktu terakhir, kami sudah tidak bisa lagi mengambil uang yang kami tabung di sana," ujar Ngadimin, belum lama ini.

Ngadimin menjelaskan, gejala ketidakberesan mulai dirasakan sejak Januari 2024. Mendengar rumor mengenai kondisi keuangan LKD yang goyah, ia bersama putranya bergegas melakukan penarikan dana. Namun, pihak pengelola berdalih kas lembaga dalam keadaan kosong karena dana sedang berputar di tangan peminjam.

Lebih lanjut, Ngadimin mengungkapkan bahwa uang yang tertahan tersebut merupakan dana kolektif milik warga RT yang didepositokan atas namanya saat masih menjabat. Berdasarkan catatan buku tabungan terakhir pada tahun 2024, total dana warga yang tersendat mencapai Rp19.447.000.

Upaya penarikan telah dilakukan hingga tiga kali, namun selalu berujung penolakan dengan alasan ketiadaan dana tunai. Kasus serupa juga menimpa tabungan organisasi Karang Taruna desa setempat yang dipimpin oleh anak Ngadimin.

"Tabungan Karang Taruna di sana juga ada sekitar Rp6 juta. Kemarin rencana mau diambil untuk persiapan kegiatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, tetapi tetap tidak bisa. Alasannya sama, uangnya tidak ada," ujarnya.

Warga terdampak belum melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum maupun pihak kelurahan. Warga mengaku masih mengedepankan prasangka baik dan berharap ada iktikad baik dari pengurus LKD untuk mengembalikan hak nasabah.

"Harapan warga tentu uang tersebut bisa segera kembali, karena itu merupakan tabungan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk keperluan mendesak. Fisik buku tabungannya ada, buktinya jelas, tetapi uangnya tidak bisa dicairkan," ucap Ngadimin.

Pantauan di lokasi menunjukkan operasional Kantor LKD Sumber Makmur saat ini dalam kondisi tutup dan terkunci rapat. Sementara itu, Ketua LKD Desa Kandangsapi, Wasito belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....