Frugal Living Gaya Hidup Cerdas di Masa Sulit
- 31 Agt 2025 16:05 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, menerapkan gaya hidup yang lebih bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan finansial. Salah satu pendekatan yang semakin dikenal adalah 'frugal living', yaitu hidup sederhana namun tetap seimbang dan terencana.
Mengutip penjelasan dari Inayati, Dessy, tentang "Penerapan Konsep 'Frugal Living' dalam Perencanaan Keuangan Pribadi" dalam Jurnal Social Science Research Tahun 2024 , UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 'frugal living' adalah pola hidup yang menekankan pengeluaran sesuai kebutuhan pokok disertai perencanaan keuangan yang matang. Gaya hidup ini tidak hanya berfokus pada penghematan, tetapi juga pada pengelolaan keuangan untuk mencapai kestabilan jangka panjang.
'Frugal living' kerap disalahartikan sebagai pelit terhadap diri sendiri. Padahal, esensinya adalah memprioritaskan pengeluaran berdasarkan manfaat yang diterima, bukan semata-mata menuruti keinginan. Karena itu, cara penerapannya dapat berbeda pada setiap individu, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Berikut ini beberapa langkah sederhana dalam menjalani 'frugal living':
1. Bijak dalam membelanjakan uang
Kelola pengeluaran agar sesuai kebutuhan. Apa pun besar penghasilan, pengelolaan yang tepat mencegah jebakan gaya hidup konsumtif.
2. Menyisihkan dana darurat
Sisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat sebagai antisipasi kondisi tak terduga.
3. Merawat barang yang dimiliki
Menjaga barang dengan baik dapat memperpanjang masa pakai dan mengurangi pengeluaran tidak perlu.
4. Mencari alternatif yang lebih hemat
Kreativitas diperlukan untuk menemukan pilihan yang lebih ekonomis, terutama saat harga kebutuhan meningkat.
5. Menjaga penampilan tetap sederhana
Penampilan rapi tidak harus mahal. Gaya hidup sederhana membantu mengalihkan fokus pada kebutuhan lebih penting seperti menabung atau investasi.
Menurut Inayati, 'Frugal living' sebaiknya dimulai sejak dini. Dengan disiplin, konsistensi, dan kesadaran dalam mengatur keuangan, setiap orang dapat menciptakan masa depan yang lebih stabil, aman, dan berkualitas. (Dinar/ Erma Febiani, Mahasiswi Komunikasi Terapan UNS, Magang di RRI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....