Ubi Cilembu, Si Madu dari Sumedang yang Tak Butuh Gula Tambahan
- 05 Okt 2026 21:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Ubi cilembu bukan sembarang ubi jalar biasa. Namanya sudah lama melekat dengan rasa manis legit menyerupai madu, menjadikannya salah satu komoditas khas yang selalu dicari. Tak heran jika di berbagai lapak oleh-oleh pinggir jalan, tumpukan ubi berkulit kuning kecokelatan ini selalu jadi daya tarik utama, siap ditimbang dan dibawa pulang.
Dikutip dari CNN Indonesia, Senin 5 Oktober 2026, ubi cilembu memiliki rasa manis yang khas dan berbeda dari ubi jalar pada umumnya, dengan cita rasa legit seperti madu yang membuatnya juga dijuluki "ubi madu". Keunikan ini semakin terasa saat ubi dipanggang, karena bagian tengahnya akan mengeluarkan cairan kuning kental dan lengket menyerupai madu asli begitu dibelah.
Soal asal-usulnya, dikutip dari penelitian Universitas Mataram, ubi cilembu merupakan varietas unggul lokal asal Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang telah dikenal luas karena rasa dan aromanya yang khas. Dikutip dari Antara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumedang menyebut ubi cilembu sebagai komoditas unggulan daerah yang kini terus dikembangkan, bahkan melalui teknologi kultur jaringan agar produksinya bisa diperluas tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi tanah asli Cilembu.
Dari sisi gizi, ubi ini juga tak kalah unggul. Dikutip dari jurnal Universitas Bunda Mulia, ubi cilembu memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan serat yang lebih tinggi dibanding ubi jalar kuning biasa, dengan rasa manis alami yang berasal dari kandungan maltosa yang terbentuk saat proses pemanasan.
Kepopuleran ubi cilembu bahkan sudah merambah ke berbagai inovasi kuliner, mulai dari donat, pancake, hingga keju vegan berbahan dasar ubi ini. Dari sekadar ubi bakar pinggir jalan, cilembu kini menjelma jadi komoditas kebanggaan yang terus dikembangkan, membuktikan bahwa kekayaan pangan lokal Indonesia tak pernah kehabisan cara untuk tetap relevan dan dicintai. (Barista/ Putri Magang LPU)
Referensi:
CNN Indonesia
Antara, Dinas Ketahanan Pangan Universitas Mataram
- Universitas Bunda Mulia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....