Beternak Domba Dinilai Berpeluang Jadi Usaha Menguntungkan
- 18 Sep 2026 13:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Beternak domba dinilai memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan pengetahuan dan perencanaan yang tepat. Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah mendorong peternak memperhatikan bibit, pakan, kesehatan, hingga pemasaran.
Suparno, S.Pd., S.H., M.M., dari Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah mengatakan dalam program dialog Jagongan, Kamis 17 September 2026, domba memiliki siklus pemeliharaan yang relatif cepat. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung perputaran modal bagi peternak.
Menurut Suparno, terdapat tiga model usaha yang dapat dipilih peternak, yakni penggemukan, pembibitan, serta kombinasi penggemukan dan pembibitan. Penggemukan berorientasi pada peningkatan bobot dan produksi daging, sedangkan pembibitan berfokus menghasilkan anakan.
Peternak pemula disarankan memulai dengan jumlah ternak yang tidak terlalu banyak. Suparno menyebut pemeliharaan dapat dimulai dari sekitar 10 ekor secara bertahap, dengan memperhatikan ketersediaan lahan untuk kandang dan hijauan pakan.
“Yang perlu dipelajari tentu ilmunya. Bisa dengan magang ke peternak yang memang sudah berkembang, mempelajari secara keilmuan, atau mengunjungi peternak yang sukses,” ujar Suparno.
Dalam memilih bibit, peternak perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan fisik domba. Ciri yang dapat diperhatikan antara lain kaki kuat, tubuh proporsional, mata jernih, bulu tidak kusam, serta kondisi tubuh yang tidak terlalu kurus.
Kandang juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan domba. Suparno menyarankan kandang yang bersih, memiliki ventilasi baik, dan tidak becek, sementara pakan perlu mencukupi kebutuhan nutrisi melalui kombinasi hijauan dan konsentrat serta didukung ketersediaan air bersih sepanjang hari.
Untuk meningkatkan keuntungan, peternak disarankan memproduksi sebagian pakan secara mandiri agar biaya dapat ditekan. Selain itu, kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang, kompos, atau dikembangkan untuk kebutuhan biogas.
Suparno juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan dan membangun jaringan pemasaran. Menurutnya, peternak tidak harus bergantung pada tengkulak karena dapat membangun kemitraan dengan usaha akikah, rumah makan, usaha sate, maupun konsumen secara langsung. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....