Masjid Preneur Sragen Buka Akses Pemberdayaan Ekonomi Bagi Jamaah

  • 12 Agt 2026 22:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Program Masjid Preneur di Kabupaten Sragen tidak hanya diarahkan untuk membuat masjid mandiri secara finansial. Program ini juga membuka peluang bagi jamaah dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

Melalui pengembangan amal usaha masjid, jamaah didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan usaha yang dikembangkan di lingkungan masjid.

Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhrudin Nur, mengatakan, masyarakat atau jamaah yang memiliki keterbatasan modal dapat memperoleh pendampingan melalui masjid. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sragen memiliki program KUR Syariah atau Kredit Usaha Rakyat Daerah Syariah dengan beban nol persen yang dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat.

Melalui skema tersebut, masyarakat yang membutuhkan dapat didampingi masjid untuk mengembangkan usaha. Misalnya, masyarakat direkrut untuk mengelola kolam ikan atau usaha produktif lainnya dengan modal yang disiapkan, kemudian hasilnya dapat dibagi antara pengelola dan masjid.

“Pemerintah Kabupaten Sragen juga memiliki program KUR Syariah atau Kredit Usaha Rakyat Syariah, KURDA Syariah, Kredit Usaha Rakyat Daerah Syariah yang bebannya 0% . ini sekaligus untuk pengentasan kemiskinan nanti, ujar Fakhrudin Nur dalam dialog interaktif di RRI Rabu 12 Agustus 2026.

Sementara itu dalam konsep Masjid Preneur, imbalan bagi pengelola juga memiliki batasan. Dengan menggunakan analogi pengelolaan dana sosial oleh amil zakat, Fakhrudin menyebut bagian untuk pengelola maksimal sekitar 12,5 persen. Skema tersebut menjadi salah satu acuan agar pengelola tetap memperoleh hak atas pekerjaan yang dilakukan, sementara manfaat utama usaha tetap kembali kepada masjid dan masyarakat.

Di sisi lain Direktur Masjid Raya Al Falah Sragen, Probo Aji Nugroho, S.Kom, mengatakan manfaat ekonomi juga terlihat dari sejumlah masjid yang telah menjalankan program Masjid Preneur.

Masjid Baitussalam, misalnya, mengembangkan jasa cleaning service untuk masjid dan lingkungan sekitar, sekaligus persewaan peralatan outbound. Usaha tersebut bahkan telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Masjid Trainer ini memang tidak hanya ikut mendaftar kemudian dinilai begitu saja tetapi rangkaiannya adalah dari mulai pendaftaran kemudian kita adakan bootcamp," kita latih,

Mulai manajemen ke masjid kemudian perencanaan bisnis sampai dengan masalah keuangan dan kemudian baru kemudian mereka menyusun proposal, menyusun proposal untuk kemudian akan dipresentasikan, ujar Probo Aji Nugroho.

Sementara Masjid Al Ikhlas Gemolong mengembangkan food center, toko dan layanan lainnya yang turut memberdayakan remaja serta masyarakat sekitar.

Tidak hanya manfaat ekonomi, jamaah juga mendapatkan manfaat sosial dari berkembangnya usaha masjid.

Salah satu masjid bahkan mampu memanfaatkan potensi zakat untuk membantu sekitar 70 kepala keluarga di lingkungan sekitar. Setiap keluarga mendapatkan bantuan beras sekitar 7,5 kilogram setiap bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....