Dunia Wedding Organizer, Peluang Usaha yang Makin Menjanjikan di Era Digital

  • 15 Agt 2026 06:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dunia pernikahan kini tidak lagi sebatas urusan seremoni dan perayaan keluarga. Perkembangan gaya hidup, teknologi digital, serta meningkatnya kebutuhan pasangan untuk mendapatkan pelayanan praktis membuat industri wedding berkembang menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Hal tersebut disampaikan Magaretha, pemilik salah satu Wedding Organizer di Sukoharjo saat berbincang dalam program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta Selasa, 11 Agustus 2026 pagi. Menurutnya, bisnis pernikahan memiliki ekosistem usaha yang luas, mulai dari dekorasi, tata rias, lighting, tata suara, hiburan, fotografi, videografi, hingga jasa kepanitiaan profesional.

“Dunia wedding saat ini bukan hanya suatu seremoni untuk suatu perhelatan, tapi sudah menjadi lahan bisnis untuk menambah penghasilan dari banyak segi,” ujar Margaretha.

Perubahan juga terlihat dalam penyelenggaraan kepanitiaan. Jika dahulu keluarga dan tetangga banyak terlibat melalui tradisi rewangan, kini sebagian masyarakat, khususnya di perkotaan, mulai memilih menggunakan jasa wedding organizer (WO) profesional. Kehadiran WO dinilai dapat membuat rangkaian acara lebih terorganisasi karena setiap anggota tim memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Menurut Margaretha, pergeseran tersebut juga dipengaruhi perubahan pola pengambilan keputusan calon pengantin. Jika dahulu orang tua lebih dominan menentukan konsep dan vendor, kini calon pengantin semakin aktif menentukan sendiri konsep pernikahannya melalui media sosial.

“Kalau zaman sekarang anak yang menentukan lewat media sosial, baik Instagram, TikTok, maupun Facebook. Di situ diperlukan tenaga ahli untuk mengolah supaya menarik. Marketingnya sudah beralih ke marketing digital,” katanya.

Media sosial bahkan menjadi salah satu sarana utama bagi calon pengantin dalam mencari inspirasi sekaligus memilih vendor. Portofolio digital menjadi penting karena calon pengantin dapat melihat hasil pekerjaan dekorator, perias, fotografer, videografer maupun WO sebelum memutuskan menggunakan jasa mereka.

Margaretha mengungkapkan, keterlibatannya dalam dunia wedding berawal dari pekerjaannya sebagai perias sekitar 15 tahun lalu. Saat itu, ia melihat peluang untuk mengembangkan WO dengan konsep yang mengangkat adat, khususnya adat Jawa Solo.

Ketertarikannya terhadap berbagai budaya kemudian membuatnya mempelajari adat lain. Ia pernah menangani pengantin Bali dan belajar langsung mengenai tata upacara serta busana adat Bali. Selain itu, pengalaman menangani klien dari berbagai latar belakang juga membuatnya mempelajari unsur adat Batak dan Tionghoa.

Menurut Margaretha, setiap budaya memiliki filosofi dan makna yang berbeda, tetapi pada dasarnya mengandung nilai-nilai kebaikan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis WO yang dapat melayani berbagai kebutuhan calon pengantin.

Sebelum menekuni bisnis wedding secara penuh, Mareta bekerja sebagai karyawati di sebuah rumah sakit swasta di Solo. Selama puluhan tahun, pekerjaan tersebut berjalan berdampingan dengan aktivitasnya di bidang seni dan wedding.

Ia baru mulai fokus mengembangkan bisnis WO setelah memasuki masa pensiun pada Maret lalu. Baginya, wedding organizer bukan hanya usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga persiapan menghadapi masa setelah pensiun.

“Kalau perias itu masanya pendek. Nanti akan muncul perias-perias baru. Tapi kalau wedding organizer itu kan jam terbang. Semakin lama semakin saya mengantongi jam terbang,” jelasnya.

Margaretha menilai calon pelaku usaha tidak harus memiliki modal besar untuk memulai bisnis wedding organizer. Menurutnya, usaha dapat dibangun secara bertahap dengan membeli perlengkapan sesuai kebutuhan.

“Modal besar pun belum tentu bisa jalan. Yang penting kualitas kita dulu sambil jalan,” ujarnya.

Bagi pemula, pengalaman menjadi modal yang tidak kalah penting. Mareta menyarankan calon pelaku WO untuk terlebih dahulu bergabung dengan tim WO yang sudah berjalan. Dari pengalaman tersebut, mereka dapat mempelajari teknis acara, pembagian tugas, tanggung jawab, hingga cara menghadapi berbagai karakter klien.

“Yang jelas harus ikut dulu. Harus ikut karena nanti dapat pengalaman,” katanya.

Setelah memiliki pengalaman, pemula dapat mulai membangun portofolio dari lingkungan terdekat. Klien pertama bisa berasal dari teman atau keluarga. Dari acara pertama tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh dokumentasi dan testimoni yang kemudian menjadi modal untuk mendapatkan kepercayaan calon klien berikutnya.

Di tengah munculnya berbagai kasus jasa WO yang bermasalah, kepercayaan menjadi salah satu aspek terpenting dalam bisnis wedding. Mareta menerapkan sistem transparansi dengan memberikan bukti pembayaran kepada vendor kepada klien.

Setelah menerima uang muka dari klien, pembayaran kepada vendor dilakukan dan bukti pembayarannya diberikan kepada klien. Klien juga dapat menghubungi vendor untuk memastikan bahwa pemesanan telah dilakukan.

“Jadi vendor sudah saya booking, sudah saya beri bukti, klien saya beri kontak supaya bisa mengecek,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kontrak kerja atau terms and conditions (TNC). Kesepakatan tersebut harus menjelaskan secara rinci layanan yang diterima klien, tanggung jawab vendor, hingga waktu penyelesaian hasil dokumentasi. Langkah tersebut diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara klien, WO dan vendor. Misalnya, untuk hasil foto dan video, waktu penyerahan hasil harus disepakati sejak awal.

Industri wedding juga membuka peluang kerja bagi banyak orang. Sebuah acara pernikahan dapat melibatkan berbagai profesi, mulai dari WO, dekorator, perias, fotografer, videografer, katering, tim musik, hingga pekerja di bidang digital marketing dan pembuatan konten.

Margaretha mengatakan tim WO yang ia kelola dapat melibatkan puluhan orang ketika menangani paket acara secara lengkap. Sebagian anggota tim bahkan menjadikan pekerjaan WO sebagai pekerjaan tambahan pada akhir pekan.

“Kalau saya paket, mungkin total semuanya bisa di atas 30 orang,” ujarnya.

Peluang tersebut semakin terbuka di era digital. Anak muda dengan kemampuan multimedia dapat mengambil peran sebagai fotografer, videografer, editor maupun konten kreator. Kemampuan pemasaran digital juga semakin dibutuhkan untuk mempromosikan jasa wedding melalui media sosial dan iklan digital. Dokumentasi kini menjadi bagian penting dalam industri wedding karena hasil foto dan video akan menjadi kenangan bagi pengantin dan keluarga dalam jangka panjang.

Persaingan bisnis WO yang semakin banyak tidak dianggap Margaretha sebagai ancaman. Sebaliknya, munculnya WO baru menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu caranya adalah membatasi jumlah acara yang ditangani dalam satu hari. Reta Wedding Organizer, misalnya, membatasi jumlah pekerjaan agar konsentrasi tim dan kualitas pelayanan tetap terjaga.

Meskipun persaingan semakin ketat, Margaretha menilai peluang bisnis wedding organizer masih terbuka, terutama di kawasan perkotaan. Perubahan gaya hidup masyarakat membuat sebagian pasangan lebih memilih menyerahkan urusan teknis pernikahan kepada tenaga profesional. Ia melihat peluang baru juga muncul dari kebutuhan akan digital marketing, konten kreator, fotografer, videografer dan berbagai profesi pendukung lainnya.

Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan tren menjadi salah satu kunci bertahan di industri wedding. Pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami perkembangan teknologi dan keinginan calon pengantin.

Bagi anak muda yang tertarik terjun ke bisnis tersebut, Margaretha berpesan agar tidak takut memulai. Pengalaman, menurutnya, dapat diperoleh dengan belajar dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan wedding.

“Enggak usah takut, enggak usah ragu, yang penting belajar dan ikut mencari pengalaman. Ikut dulu di WO. Memang nanti banyak tantangannya, ditolak atau nanti disuruh belajar dulu. Kalau memang semangatnya kuat, nanti akan dapat jalan,” pungkasnya. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....