Penjualan Bambu Hias dan Bendera di Solo Lesu, Merosot Dibanding Tahun Lalu
- 11 Agt 2026 09:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Permintaan bambu untuk kebutuhan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Solo mengalami penurunan signifikan. Pedagang bambu di Nayu, Banjarsari, Solo, Anik Nur Cahyani, mengaku penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Anik mengatakan, hingga awal Agustus 2026, penjualan bambu bumbung hanya mencapai sekitar 3.500 batang. Jumlah tersebut masih menyisakan stok lebih dari 500 batang yang belum terjual.
Padahal, pada tahun lalu penjualannya mampu menembus lebih dari 4.000 batang. Bahkan, saat masa pandemi Covid-19, penjualannya pernah mencapai sekitar 5.000 batang.
Menurut Anik, lesunya penjualan terlihat dari berkurangnya pesanan dalam jumlah besar. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masih banyak pengiriman ke berbagai daerah, tahun ini pembelian didominasi secara eceran dalam jumlah kecil. Ia menduga penurunan tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya lokasi penjualan serta melemahnya permintaan pasar.
Menariknya, puncak penjualan tahun ini justru terjadi lebih awal, yakni pada pertengahan hingga akhir Juli. Sementara itu, memasuki awal Agustus yang biasanya menjadi periode paling ramai menjelang perayaan kemerdekaan, permintaan justru cenderung menurun.
Anik menjelaskan, pembelian dalam jumlah besar umumnya dilakukan secara kolektif oleh warga, mulai dari tingkat RT hingga RW, untuk menghemat biaya pengiriman. Dalam satu kali pembelian, jumlah pesanan bervariasi antara 50 hingga 100 batang, dengan harga bambu panjang rata-rata Rp10.000,00 per batang.
Selain bambu, permintaan bendera Merah Putih dan umbul-umbul di Kota Solo juga tidak seramai tahun sebelumnya. Urik, seorang pedagang bendera asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku omzet hariannya kini menurun drastis. Berkaca pada penjualan musim ramai tahun lalu, omzetnya mampu mencapai lebih dari Rp2.000.000,00 per hari, tetapi kini hanya berkisar Rp500.000,00 hingga Rp1.000.000,00.
"Kami berjualan bendera musiman selama sekitar 10 tahun bersama rombongan pedagang dari Tasikmalaya. Setiap tahun kami membuka lapak di sejumlah titik, seperti Jalan Bhayangkara, Pasar Nongko, Manahan, hingga Kodim," katanya.
Menurut Urik, produk yang paling banyak dicari adalah umbul-umbul serta bendera Merah Putih berbagai ukuran, baik untuk instansi perkantoran, toko, maupun masyarakat umum.
Harga bendera yang ditawarkan bervariasi: bendera ukuran kecil untuk dipasang di mobil dibanderol mulai Rp2.000,00 per lembar, sedangkan ukuran besar Rp7.000,00 hingga Rp10.000,00.
Untuk umbul-umbul berukuran besar bagi instansi, harga pasarnya mencapai Rp250.000,00 per lembar, sedangkan ukuran sedang dijual sekitar Rp40.000,00 per lembar. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....