GoTo Buktikan Profitabilitas, Kembali Cetak Laba Bersih 252 M di Kuartal II
- 30 Jul 2026 12:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) kembali membukukan kinerja keuangan yang solid pada triwulan kedua tahun ini. Perusahaan induk Gojek dan GoPay tersebut mengumumkan raihan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026.
Pencapaian ini menandai keberhasilan perseroan dalam mempertahankan profitabilitas selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya membukukan laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I-2026.
Akselerasi pertumbuhan GoTo terlihat dari lonjakan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp164 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan bersih perseroan terkerek naik 31 persen YoY hingga menyentuh angka Rp5,7 triliun.
Kinerja positif ini turut didorong oleh disiplin efisiensi beban operasional serta lonjakan basis pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATUs) yang tumbuh 19 persen YoY mencapai 71 juta pengguna.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan EBITDA Grup yang disesuaikan melesat 137 persen YoY hingga melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah perseroan. Poin krusial lain dalam laporan keuangan kuartal ini adalah keberhasilan lini bisnis Fintech (GoPay) yang mencatatkan profitabilitas lebih tinggi dibandingkan segmen On-demand Services (Gojek).
"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami," ujar Hans Patuwo dalam pers rilis yang diterima RRI Surakarta, Kamis 30 Juli 2026.
Secara terperinci, lanjut Hans, bisnis Fintech mencatatkan lonjakan EBITDA yang disesuaikan sebesar 447 persen YoY menjadi Rp481 miliar, disokong pendapatan bersih yang naik 53 persen YoY menembus Rp2,0 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan (Monthly Transacting Users/MTU) GoPay melesat 29 persen YoY mencapai 28,8 juta pengguna dengan total 2,4 miliar transaksi.
"Kenaikan keterlibatan pengguna ini turut mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman hingga 58 persen YoY menjadi Rp11 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga stabil," ujarnya.
Sementara itu, segmen On-demand Services (Gojek) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar atau tumbuh 41 persen YoY. Tingkat margin pada layanan Delivery naik menjadi 2,1 persen, sedangkan segmen Mobility meningkat pesat menjadi 5,0 persen yang utamanya didorong oleh pertumbuhan pengguna kelas atas (affluent customers) sebesar 21 persen.
Menanggapi dinamika regulasi, Hans menjelaskan sejak 1 Juli 2026, perseroan mulai mengimplementasikan aturan baru batas komisi aplikasi roda dua sebesar 8 persen sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Bisnis transportasi roda dua ini menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatan bersih Grup.
"Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil," ucap Hans.
Kendati terdapat penyesuaian aturan komisi, GoTo tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh 2026 di kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun. Perseroan optimistis proyeksi penurunan kontribusi dari bisnis On-demand Services dapat ditutupi oleh peningkatan target kontribusi bisnis Fintech yang dinaikkan menjadi Rp1,7 hingga Rp1,8 triliun.
Seiring pertumbuhan ekosistem bisnis, Hans menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi pada kesejahteraan mitra pengemudi Gojek. Perseroan memperluas Program Apresiasi Mitra yang mencakup perlindungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, penyaluran beasiswa pendidikan bagi anak mitra, hingga program Umrah gratis.
"Keberhasilan GoTo tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan finansial, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....