Transformasi AI Dongkrak Laba Bersih Indosat Hingga Hampir Lima Puluh Persen

  • 28 Jul 2026 18:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dijalankan PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mulai menunjukkan hasil signifikan. Pada semester pertama yang berakhir 30 Juni 2026, perusahaan mencatat lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 49,2 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp3,2 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp30,7 triliun atau naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA meningkat 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi AI menjadi fondasi utama perusahaan dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang.

"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menambahkan, pertumbuhan dua digit yang berhasil dicapai menunjukkan strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana.

"Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami," katanya.

Penguatan layanan berbasis AI juga berdampak pada peningkatan aktivitas pelanggan. Berbagai fitur seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express turut mendorong trafik data tumbuh 19,9 persen YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga naik 17,3 persen menjadi Rp46 ribu, dengan jumlah pelanggan seluler mencapai 93,4 juta.

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Indosat mempercepat investasi melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. "Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, perusahaan memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light yang memberikan fleksibilitas lebih besar untuk investasi teknologi," ujarnya.

Di sisi lain, bisnis AI Cloud juga mencatat perkembangan pesat. Selama semester pertama 2026, AI Cloud menghasilkan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di Indonesia.

Untuk memperkuat layanan digital, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum frekuensi 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. "Penambahan kapasitas jaringan itu diharapkan mampu mendukung pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA), seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berbasis AI," katanya.

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Indosat juga mencatat kemajuan dalam aspek keberlanjutan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen. Perseroan juga masuk dalam tiga Indeks ESG KEHATI untuk periode Juni-November 2026. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....