Jangan Takut Minim Ide Bisnis, Pemkab Sragen Siap Dampingi Takmir di Masjid Preneur

  • 15 Jul 2026 12:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi umat. Semangat inilah yang diusung dalam gelaran Masjid Preneur Fest 2026.

Melalui program ini, masjid-masjid didorong untuk mandiri secara finansial dan tidak lagi hanya mengandalkan infak jemaah untuk operasional harian.

Ketua Takmir Masjid Alfalah Sragen sekaligus Ketua Bidang Pembinaan Masjid LPCR PM PP Muhammadiyah, Kusnadi Ikhwani, bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, membagikan panduan dan langkah nyata bagi pengurus masjid yang ingin memulai bisnis melalui ajang bergengsi ini.

Bagi pengurus takmir atau komunitas masjid yang ingin merintis usaha, program ini menyediakan jalur pembinaan yang sistematis. Masjid dapat mendaftarkan ide bisnis mereka mulai 12 Juli – 12 Agustus.

Kusnadi menekankan agar masyarakat tidak perlu takut jika hanya memiliki ide bisnis yang kecil. "Jangan takut tidak punya ide bisnis, nanti dari ide bisnis yang kecil itu mungkin akan dibantu untuk dikembangkan lebih besar," ujarnya di sela launching Masjid Preneur Fest 2026 di Pemda Terpadu Sragen, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, semua proposal bisnis yang masuk tidak langsung dilepas. Peserta akan dikumpulkan dalam sesi bootcamp untuk diberikan pengarahan, mempertajam konsep bisnis, serta mematangkan proyeksi masa depan usaha tersebut.

Setelah melewati proses seleksi dan kurasi, para pemenang serta peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan serta pengawasan intensif agar bisnis yang dijalankan dapat tumbuh berkelanjutan.

"Kami sudah mencetak kurang lebih 600 pengusaha lewat SBS (Sekolah Bisnis Sragen) itu, tentunya yang kami pilih teman-teman SBS yang sudah sukses itu akan mendampingi. Dengan adanya pendampingan itu, otomatis kita bisa tahu, (bisnis) mungkin tidak tumbuh. Insyaallah itu yang akan menemani Masjid Al-Falah, karena saat ini Masjid Al-Falah juga dipilih sama BI, sama BSI, sebagai HUB-nya masjid pemberdaya. Insyaallah mudah-mudahan program ini dikolaborasikan dengan Pemda, BSS, Baznas dan lain sebagainya akan lebih solid, lebih kuat untuk pendampingan masjid-masjid agar berdaya," kata Kusnadi menjelaskan.

Pada kesempatan sama, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan bisnis masjid terletak pada kejelian melihat peluang di lingkungan sekitar. "Sektor usahanya tergantung pada potensi lokal. Ada masjid yang mengembangkan sektor pertanian, perikanan, hingga sektor jasa. Semua tergantung pada konteks keberadaan masjid di setiap tempat," kata Sigit.

Beberapa contoh sukses yang sudah berjalan dan dapat menjadi inspirasi bagi tamir masjid. Seperti sektor Pertanian (Kecamatan Masaran): Memanfaatkan aset tanah sawah milik masjid untuk disewakan. Dengan sistem pengelolaan yang baik, satu patok sawah yang dipanen tiga kali setahun mampu menghasilkan pendapatan Rp30 juta hingga Rp40 juta.

Kemudian integrasi lahan di kawasan Desa Puro, di bawah inisiasi tokoh lokal Ustaz Dodok Sartono, optimalisasi lahan seluas 1.000 meter persegi berhasil diintegrasikan hingga menghasilkan pendapatan rutin sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, salah satu tantangan terbesar bisnis masjid adalah keberlanjutan (sustainability). Untuk mengantisipasi kegagalan di tengah jalan, Masjid Preneur Fest 2026 menyiapkan ekosistem pendampingan yang sangat kuat.

Sekolah Bisnis Sragen (SBS), yang telah sukses mencetak sekitar 600 pengusaha, akan menerjunkan 100 alumni pengusaha suksesnya untuk mendampingi masjid-masjid peserta.

Dengan sinergi yang solid ini, operasional masjid ke depan diharapkan dapat sepenuhnya ditopang oleh hasil usaha mandiri, sementara dana infak jemaah dapat dialokasikan lebih luas untuk program sosial dan kemaslahatan umat yang lebih besar. Bagi pengurus masjid yang tertarik, segera siapkan konsep terbaik Anda sebelum batas akhir pendaftaran pada 12 Agustus mendatang. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....