Memasuki Bulan Ramadan, Harga Sayur Mayur Merangkak

  • 02 Mar 2026 08:46 WIB
  •  Surakarta
  1. RRI.Co.ID, Surakarta – Di bulan suci ramadan ini harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah Indonesia mengalami kenaikan, termasuk komoditas sayuran. Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap tahun dan menjadi perhatian masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

    Salah satu faktor utama adalah meningkatnya permintaan. Di bulan ramadan konsumsi rumah tangga cenderung bertambah karena masyarakat mulai menyiapkan stok bahan makanan untuk sahur dan berbuka. Hidangan khas ramadan yang beragam membuat kebutuhan sayuran seperti cabai, bawang, tomat, kentang, dan kol meningkat tajam.

    Selain faktor permintaan, distribusi juga memegang peranan penting. Cuaca ekstrem seperti hujan berkepanjangan dapat mengganggu hasil panen dan proses pengiriman dari sentra produksi ke pasar-pasar tradisional. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga pun terdorong naik.

    Kenaikan biaya operasional, termasuk harga bahan bakar dan ongkos angkut, turut memengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Petani dan pedagang terpaksa menyesuaikan harga agar tetap memperoleh keuntungan.

    Dikutip dari infopasarsoloraya.co.id lonjakan harga sayuran tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Bagi keluarga dengan penghasilan tetap, kondisi ini memaksa mereka untuk mengatur ulang anggaran belanja.

    Tidak sedikit pula pedagang makanan yang harus menaikkan harga jual atau mengurangi porsi demi menutupi biaya produksi. Seperti yang dikatakan Suginah seorang petani sayur.

    “Kenaikan harga sayuran bisa menjadi peluang bagi kami yang sedang memasuki masa panen. Namun, keuntungan tersebut tidak selalu merata karena petani juga menghadapi risiko gagal panen dan perubahanharga yang tidak stabil,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.

    Pemerintah melalui operasi pasar dan pengawasan distribusi biasanya berupaya menstabilkan harga. Kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, dan petani sangat diperlukan agar pasokan tetap lancar dan harga tidak melonjak terlalu tinggi.

    Masyarakat juga dapat menyiasati kondisi ini dengan berbelanja secara bijak, memanfaatkan bahan alternatif, atau menanam sayuran sederhana di pekarangan rumah. Perencanaan menu yang efisien dapat membantu mengurangi pemborosan.

    Kenaikan harga sayuran saat bulan puasa merupakan fenomena musiman yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan faktor distribusi. Meski berdampak pada pengeluaran masyarakat, kondisi ini dapat diatasi melalui langkah antisipatif dari pemerintah dan kebijakan belanja yang cermat dari konsumen.

    Dengan kerja sama semua pihak, stabilitas harga diharapkan dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman. (Nining Wulandari_LPU)

    Sumber:

    1. Infopasarsoloraya.co.id
    2. suginah
    3. Sumber Foto : promkes.kemkes.go.id
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....