Kolang Kaling dan Cincau Laris Manis di Sejumlah Pasar di Kota Solo

  • 27 Feb 2026 15:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Momentum Ramadan sejumlah pedagang kolang kaling di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo seperti di Pasar Legi Solo panen rezeki. Pasalnya kolang kaling merupakan salah satu bahan makanan dan minuman yang cukup dinikmati ketika bulan Ramadan yang biasanya dijadikan bahan dasar kolak dan es buah.

Pedagang kolang kaling di pasar legi Solo Tentrem menuturkan bulan puasa ini terjadi peningkatan permintaan kolang kaling sejak sepekan sebelum Ramadan hingga kini. Pada hari normal permintaan biasanya hanya 1- 2 kwintal saja per hari namun saat puasa perhari mencapai 2,5 - 3 ton bahkan dalam dua pekan terakhir ini sudah terjual lebih dari 30 ton. Dengan tingginya permintaan pihaknya setiap 3 hari mendatangkan kolang kaling 7 ton .

“Jadi kalau bulan puasa di tempat kami sudah sepekan sebelum puasa sudah terjadi lonjakan. Setiap hari tidak tentu kadang habis 2,5 hingga 3 ton, jika hari biasa 2 sampai 3 kwintal,” kata Tentrem, kepada rri.co.id, Kamis 26 Februari 2026.

Dikatakan permintaan kolang kaling itu tidak hanya para tengkulak namun juga melayani pembelian eceran kondisi ini akan terus meningkat hingga H – 4 Lebaran mendatang. Pasokan kolang kaling dari Tasik, Garut Jabar serta Medan.

Tidak hanya berjualan kolang kaling namun juga menyediakan janggelan atau cincau , rumput laut, selasih dan jeli yang permintaannya meningkat. Untuk janggelan saat ini 20 kaleng dan dari biasa hanya 1 kaleng dan rumput laut perhari puluhan kilogram.

Hal senada disampaikan pedagang kolang kaling di pasar legi Solo Vina Faturahmawati permintaan kolang kaling meningkat sudah dua pekan terakhir ini. Dikatakan permintaan per hari 1-2 ton.

" Pada sepekan Ramadan dan awal Ramadan penjualan 1-2 ton per hari .Untuk pekan ini permintaan hanya 1 -2 kwintal per hari," katanya.

Sementara seorang pembeli kolang kaling,Tunggal, warga ampel, Boyolali mengaku setiap ramadhan selalu membeli kolang kaling, rumput laut untuk di jual.

“ Setiap Ramadan memang selalu kulakan kolang kaling untuk di jual kembali. Pada awal puasa itu selalu kulakan 2 kwintal habis dalam 5 hari ," katanya

Seiring dengan tingginya permintaan kolang kaling. para pedagang menaikkan harga. Biasanya kolang kaling jenis Medan mulai dari harga Rp 18.000 dari sebelumnya hanya Rp16.000. Sementara jenis kolang kaling lokal Rp 14.000 sebelumnya bahan makanan ini hanya dijual Rp 12 ribu per kilogram .

Sedangkan untuk janggelan atau cincau 1 kaleng berisi 10 kg seharga Rp 50 ribu, rumput laut Rp 47 ribu , selasih Rp 52.000 per kilogram.( Sifa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....