Helm dari Kampung Candi, Mimpi Suwarno jadi Jalan Hidup Banyak Orang

  • 16 Feb 2026 11:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Deru mesin kompresor memecah keheningan di Kampung Candi, Desa Ploso, Kecamatan Gondang, sebuah desa ujung timur Kabupaten Sragen. Deru mesin itu menjadi bagian dari keseharian bagi puluhan pekerja.

Di kawasan yang masih dikelilingi pepohonan dan jauh dari padatnya pemukiman, sebuah industri rumahan tumbuh perlahan dari mimpi lama seorang warga desa.

Pemilik industri ini adalah Suwarno. Mimpinya tidak lahir dari bangku kuliah bisnis, melainkan dari kegelisahan masa muda saat masih duduk di bangku STM.

Saat itu, Suwarno bukan tidak mau memakai helm. Ia ingin, namun harga helm terbilang mahal bagi seorang pelajar. Di jalan, ia sering melihat teman-temannya berkendara tanpa pelindung kepala, bukan karena abai, tetapi karena tak mampu membeli.

Dari keterbatasan itu, tumbuh sebuah tekad. Di dalam hati Suwarno, tersimpan niat sederhana. Suatu hari, ia ingin bisa membuat helm sendiri.

“Waktu sekolah STM dulu, saya ingin punya helm yang bagus, modelnya trendi. Tapi harganya mahal sekali. Dari situ saya berpikir, suatu saat harus bisa bikin helm sendiri," ucap Suwarno sama berbincang dengan RRI belum lama ini.

Niat itu terus ia simpan dan ia rawat. Di desanya, Suwarno melihat banyak pemuda belum memiliki pekerjaan tetap. Sebagian mulai terpapar judi online dan pinjaman online.

Dari kegelisahan pribadi yang bertemu dengan kepedulian sosial itulah, pada Maret 2024, Suwarno memulai industri helm rumahan ini. Awalnya hanya 10 karyawan. Tapi sejak awal, ia bertekad bahwa kualitas dan keselamatan tidak boleh dikompromikan.

"Awalnya saya hanya keluarga saja, terus sekarang sudah 40 orang," ujar pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu.

Meski berskala industri rumahan, seluruh helm yang diproduksi di sini telah memenuhi standar nasional Indonesia.

Di dalam bengkel, suasana terasa hidup. Deretan cangkang helm mengilap tersusun rapi di rak-rak hingga tinggi. Seorang pekerja tampak telaten memeriksa permukaan helm, memastikan setiap detail sempurna sebelum masuk tahap interior.

Dari sudut ruangan, sebuah kompresor biru besar bersiaga. Mesin inilah yang menjadi jantung proses pengecatan, salah satu keunggulan produksi helm di Kampung Candi.

“Usaha ini mulai berjalan sejak Maret 2024. Saat ini produk kami sudah menjangkau beberapa kota besar seperti Malang, Surabaya, Jogja, hingga Tangerang. Target produksi sekitar 1.000 helm per hari. Kami juga menerima pesanan khusus dari Bali. Selain memproduksi merek sendiri, kami juga mengerjakan produksi merek lain, custom painting, dan interior helm," kata Alvio Yoggy Bondan Yonanda, selaku Manajer Operasional.

Perlahan, industri kecil ini berkembang. Kini, sebanyak 40 pemuda lokal menggantungkan hidup di sini. Dari yang sebelumnya menganggur, kini menjadi pengrajin helm berstandar nasional.

Bagi mereka, bekerja di sini bukan hanya soal upah, tetapi juga tentang kesempatan. Pekerjaan tersedia di desa sendiri, dekat dengan rumah dan keluarga.

“Saya sudah bekerja sekitar enam bulan. Senang karena di desa sendiri ada industri yang membuka lapangan kerja. Lokasinya dekat rumah, jadi tidak perlu merantau jauh," ucap Muhammad Rian Afandi.

Dari Kampung Candi, Desa Ploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, helm-helm merek kebanggaan lokal ADT Helmet kini melaju ke jalanan kota besar.

Bukan sekadar pelindung kepala, setiap helm adalah wujud mimpi masa muda yang terwujud, sekaligus bukti bahwa dari desa, kemandirian ekonomi bisa dibangun bersama. Dinar/MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....