Puluhan Warga Sragen Keracunan Setelah Makan Nasi Tumpeng
- 04 Sep 2024 17:08 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Sragen. Puluhan warga mengeluhkan gejala mual, muntah hingga demam dan dirawat di Puskemas maupun RSUD Sragen.
Informasi yang dihimpun keracunan massal terjadi di RT 17 Dukuh Kalikunci, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Kejadian diketahui Rabu (4/9/2024) ketika sejumlah warga setempat datang ke Puskesmas dengan keluhan yang sama.
Camat Sambirejo, Kabupaten Sragen, Didik Purwanto membenarkan adanya peristiwa keracunan massal. Keracunan bermula saat sejumlah warga makan nasi tumpeng dalam acara selapanan anak balita, Selasa (3/9/2024) petang.
"Istilahnya itu ngepung tumpeng (diundang acara selapanan bayi) lima orang. Lalu dibawa pulang ada anggota keluarga yang ikut makan jadi ada anggota keluarga yang ikut makan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (4/9).
Didik menyebutkan korban yang diduga makan nasi tumpeng itu mencapai 45 orang. Dari jumlah tersebut 16 di antaranya dirawat di Puskemas Sambirejo.
"(Korban) 45 orang itu hingga saat ini, yang ranap di Puskesmas 16 orang," ucap dia.
Adapun keluhan yang dialami korban keracunan makanan itu pusing, mual dan panas. Menurutnya Pemkab Sragen bersama stakeholder sudah melakukan penanganan.
"DKK (Dinas Kesehatan) sudah mantau, Muspika dan Pemerintah Desa, Puskesmas sudah turun tangan. Kondisi terakhir sudah mulai membaik," ucapnya.
Sedangkan Kepala Puskemas Sambirejo dr. Yeni Rahmawati mengatakan, satu korban keracunan saat ini dirujuk ke RSUD Sragen. Sementara yang dirawat inap di Puskemas masih 16 orang.
"Total korban tempat saya 16 dirujuk satu. Kalau dirujuk gampangnya perlu penanganan lebih lanjut. Usia 56 tahun," kata Yeni Rahmawati.
Dia juga mengatakan saat ini korban yang dirawat di Puskesmas kondisinya sudah membaik. Korban rata-rata berusia dewasa dan orang tua.
"Korban usia dewasa semua makan gudangan. Keluhan mual muntah panas. Kondisi terakhir, sementara masih dalam observasi semuanya namun setelah dilakukan penanganan kini sudah membaik. Panas sudah turun," ujarnya.
Mengantisipasi korban bertambah, kini sejumlah tenaga medis dan bidan desa siaga di wilayah keracunan. Pihaknya juga berkordinasi dengan Puskesmas Gondang lantaran Puskesmas Sambirejo sudah penuh.
"Ini kan sudah penuh di Sambirejo kita koordinasikan dengan Puskemas Gondang. Di sana ada bidan desa yang udah siaga mobil siaga desa ada di sana," ucapnya. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....