Peresmian Masjid Sheikh Zayed Solo Maju 3 Hari
- 11 Nov 2022 08:45 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Peresmian Masjid Sheikh Zayed Al-Nahyan Solo akan dimajukan tiga hari dari rencana semula 17 November mendatang. Setelah diresmikan masjid akan dibuka untuk umum.
Hal tersebut diungkapkan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, ketika ditemui di Balaikota Solo, Kamis (10/11/2022) siang. Pihaknya mengatakan bahwa peresmian masjid yang digelontor anggaran 278 M tersebut akan diajukan menjadi 14 November.
"Peresmian tanggal 14 November 2022, tanggal 14 pagi," kata Gibran.
Gibran mengatakan, seiring jadwal peresmian dimajukan, pihaknya akan segera menyelesaikan pekerjaan finishing. Selain itu, juga menyelesaikan catatan dari evaluasi Menteri PUPR beberapa waktu lalu.
Pihaknya optimis mampu menyelesaikan hal tersebut sebelum peresmian dilangsungkan. Tinggal tulisan Asmaul Husna saja.
"Bisa, kita ngebut semua. Pohon sudah diganti sekarang sudah rimbun, untuk tulisan Asmaul Husna baru akan kita cek. Itu hanya kurang menonjol tulisannya, jalan juga sudah diaspal," jelasnya.
Sedangkan untuk lahan parkir, Gibran menyampaikan bahwa lahan Detasemen Pembekalan dan Angkutan (Denbekang) TNI AD juga sudah siap untuk menampung 200 mobil.
"Denbekang sudah rata tanah (dirobohkan) tinggal menghaluskan, jadi kesiapan parkir sudah siap," terangnya.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan beberapa evaluasi. Pertama adalah soal ornamen Asmaul Husna yang ukuran font-nya dianggap terlalu kecil. "Itu kurang besar. Nanti kita ganti yang lebih besar," terangnya saat meninjau Masjid Sheikh Zayed pekan lalu.
Kemudian, Basuki menjelaskan poin lain yang menjadi perhatiannya yakni terkait penataan taman. Menurutnya lahan yang digunakan sebagai area taman kurang luas. Ia juga menginstruksikan agar taman yang dibuat dalam KTT G-20 diimitasi di Masjid Raya Syeikh Zayed.
"Kami baru selesai merenovasi taman-taman di pulau Bali untuk KTT G-20. Nah ini bu Diana (Dirjen Cipta Karya) yang ngerjain, yang ngerjain teman-teman cipta karya juga. Saya minta diimitasi di sini. Lebih njembrung (rimbun) ya, jangan yang kayak gini. Tanaman, pohon-pohon yang mati-mati itu ganti,” katanya.
”Ada juga pemasangan keramik yang kurang rapi, harus dirapikan," tandasnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....