Jembatan 'Winong Elok' Pemberian Bupati Dikritik Tokoh Masyarakat
- 24 Des 2025 06:52 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Jembatan Mondokan yang runtuh diterjang banjir berganti nama menjadi Jembatan Winong Elok pasca selesai dibangun dan diresmikan Bupati Sigit Pamungkas, Selasa (23/12). Namun pemberian nama 'Winong Elok' untuk jembatan di persimpangan Kecamatan Sambirejo, Gondang dan wilayah Ngawi Jatim itu menuai kritik dari tokoh masyarakat setempat.
Isnaeni, 63, warga Dukuh Gamping, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, menyebut bahwa jembatan lama yang berdiri di lokasi itu sejak lama dikenal dengan sebutan Jembatan Mondokan. Nama Mondokan bukan asal-asalan kare keyakinan lama nama, bahwa nama itu pemberian para wali pada masa lalu.
“Kalau kuat (atas nama baru) tidak apa. Soalnya nama itu dari wali, bukan orang sembarangan. Kalau nama Mondokan diganti Winong Elok ya silakan," ujarnya.
Baca juga: Jembatan Winong Diresmikan, Jateng-Jatim Kembali Terkoneksi
Pemberian nama Jembatan Winong Elok disebut murni merupakan keputusan Bupati Sragen. Kepala Desa Tunggul, Sragen, Suntoro, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat sejumlah usulan nama dari warga, namun tidak ada yang disetujui.
Ia membenarkan bahwa jembatan lama bernama Jembatan Mondokan dibangun pada 1938 pada masa kolonial Belanda, menyusul pembangunan Bendungan Winong pada 1935.
“Setidaknya ada empat alternatif nama yang diusulkan warga. Pertama, Jembatan Tri Wilayah (Triwil), yaitu meliputi wilayah Tunggul, Jambeyan, dan Desa Ketanggung di Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kedua Jembatan Mondokan Indah. Nama itu diberikan untuk mengenang orang-orang yang dulu sempat singgah di lokasi yang menjadi jembatan. Orang yang singgah di pondokan kemudian berubah penyebutan menjadi Mondokan,” kata Suntoro menjelaskan.
Ia melanjutkan, usulan ketiga adalah Jembatan Winong Tunggul karena jembatan berada di wilayah Dukuh Winong, Desa Tunggul, Gondang, Sragen. Usulan keempat mengangkat nama tokoh lokal, Giyono Jenggot, yang diusulkan menjadi Jembatan Giyono Jenggot.
Sebelumnya Bupati Sragen Sigit Pamungkas meresmikan Jembatan Winong Elok di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, Selasa (23/12/2025). Jembatan ini menjadi urat nadi penting yang menghubungkan wilayah Sragen dengan Ngawi, Jawa Timur, setelah sebelumnya sempat terputus total akibat terjangan banjir besar pada tahun 2024.
Jembatan ini memiliki sejarah panjang sebagai warisan era kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1938. Setelah bertahan selama 87 tahun, struktur lama akhirnya menyerah pada alam.
Namun kini, pemerintah telah membangun kembali jembatan tersebut dengan spesifikasi yang jauh lebih kokoh dan luas. Bupati menyampaikan ada pembaruan panjang, meningkat signifikan dari 11 meter menjadi 24 meter. Kemudian lebar bertambah dari 4,5 meter menjadi 8 meter.
”Harapan kita dengan jembatan yang lebih luas dan kuat ini, usia pakainya bisa lebih panjang dari sebelumnya. Masyarakat kini bisa melintas dengan nyaman, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial antara Sragen dan Ngawi kembali berjalan optimal,” ujar Sigit Pamungkas.MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....