KGPH-Hangabehi Dinobatkan Jadi Pakubuwono Ke-14 oleh Keluarga-Besar Keraton

  • 13 Nov 2025 17:16 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta akhirnya menetapkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono (PB) Ke-14. Keputusan itu diambil melalui pertemuan kerabat besar dan Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta di Sasana Handrawina yang dihadiri oleh berbagai perwakilan keluarga, Maha Menteri Panembahan Agung Tejowulan dan dari PAKASA sejumlah kabupaten.

Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, GKR Koes Murtiyah Wandansari, mengungkapkan bahwa pengangkatan ini berawal dari niat untuk menyatukan keluarga besar dan menjaga keutuhan keraton setelah berbagai peristiwa yang sempat menimbulkan perpecahan.

“Kita akan menyatukan keluarga besar, juga menyatukan di dalam. Istilahnya semua ketemu pada keraton, di beberapa kabupaten semua datang. Yang paling utama niatan kita supaya keraton itu, apa ya, keributan yang dulu-dulu itu jadi satu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Ia menambahkan, pihaknya juga menyambut baik langkah pemerintah yang berkeinginan melakukan revitalisasi Keraton Surakarta, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam hal pelestarian nilai-nilai budaya dan kelembagaan.

“Waktu kejadian itu saya membentuk tim lima. Keinginan pemerintah untuk merevitalisasi keraton tidak hanya fisik, ini kan harus kita sambut,” ucapnya.

Gusti Moeng sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa persoalan internal yang sebelumnya muncul dengan pihak Sasono Putro kini telah dianggap selesai. Seluruh kerabat kini fokus menjaga persatuan dan melestarikan tradisi.

“Kita menyatu saja. Yang penting kita adalah menjaga keutuhan sentono dan melestarikan keraton, pastinya dengan kemampuan dan keinginan masing-masing,” katanya.

Terkait peran Gusti Tejo, Gusti Moeng menyebut bahwa Tejowulan tetap menjadi sesepuh dan berperan sebagai penghubung antara kerabat dengan pemerintah.

“Koordinasinya tetap Gusti Tejo sebagai sesepuh, tapi semua apa yang kita lakukan harus melibatkan beliau untuk koordinasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Penobatan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, menurutnya, terjadi secara spontan pada saat penutupan pertemuan. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan kehendak Tuhan dan sesuai paugeran yang berlaku di dalam keluarga keraton.

“Penobatan Paku Buwono ke-14 yang mana kami sendiri juga kaget, kejadian waktu mau nutup peting itu kok tiba-tiba melangkah seperti itu. Kami berpegang pada yang jenengi hak, itu kan Gusti Allah sing maringi. Gusti Bei (Hangabehi) tidak minta dilahirkan lebih tua daripada Purboyo, ya itu kehendak Allah,” jelasnya.

Dengan penetapan ini, keluarga besar Keraton Surakarta berharap kepemimpinan baru di bawah PB XIV dapat menjadi titik balik untuk memulihkan marwah dan kelestarian budaya Jawa di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....