Meterisasi 16.000 PJU Butuh 60M, Pemkot Solo Ngutang
- 17 Sep 2025 07:58 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Rencana Pemerintah Kota Solo untuk memasang meteran listrik di seluruh lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) membutuhkan investasi cukup besar. Bahkan disebut-sebut Pemkot Solo harus ngutang atau mengajukan pinjaman ke perbankan senilai Rp 60 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Taufiq Muhammad mengungkapkan kebutuhan untuk meterisasi PJU yang akan dilakukan pada 2026 mendatang itu membutuhkan dana segar senilai Rp 60 miliar. Anggaran sebesar itu diproyeksi mampu menyelesaikan proses meterisasi untuk 16.000 PJU yang ada di Kota Bengawan.
“Total PJU di Solo itu sekitar 26.000 titik, yang sudah dilengkapi meteran listrik baru 10.000 titik. Jadi ada 16.000 titik yang perlu dimeterisasi, kebutuhan anggarannya sekitar Rp 60 miliar,” kata Taufiq Muhammad, Selasa (16/9/2025)
Rencana untuk meterisasi PJU itu sudah disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta belum lama ini. Oleh sebab itu Dishub Surakarta tengah mematangkan Detail Engineering Design (DED) nya hingga saat ini.
“Ini sudah disepakati, saat ini DED-nya masih dalam proses. Rencananya Desember 2025 segera lelang agar Januari – Juli 2026 bisa dimulai pelaksanaannya. Tergetnya bisa segera dimulai awal 2026 agar pertengahan tahun sudah terpasang semua,” ujar dia.
Untuk menutup kebutuhan anggaran meterisasi 16.000 titik PJU itu akan dilakukan dengan model pinjaman dari perbankan. Rp 60 miliar itu untuk meterisasi seluruh PJU dan upaya penataan jaringan terkait.
Jika semua bisa dilengkapi dengan meteran listrik, perhitungan kebutuhan biaya listrik PJU bisa dihitung dengan lebih rigit daripada saat ini. Proyeksinya program meterisasi PJU itu bisa menekan pengeluaran PJU hingga Rp 20 miliar dalam setahun.
“Pendapatan kita dari PJU itu sekitar Rp 75 miliar, tapi Rp 52 miliarya sudah habis dulu untuk pajak PJU. Jadi sisanya hanya sekitar Rp 23 miliar. Lha nanti kalau sudah selesai proses meterisasinya, kita tinggal maksimalkan untuk pelunasan utang, dan di 2030 ada keuntungan lebih karena biaya untuk pembayaran pajak PJU (dari pemerintah kota ke PLN) bisa lebih rendah,” kata Taufiq menjelaskan.
Terpisah Ketua Fraksi PDIP Solo YF Sukasno mendukung penuh rencana Pemkot Solo yang aka melakukan meterisasi PJU. Hal ini demi efisiensi puluhan miliar dari pajak PJU yang dibayarkan kepada PLN.
"Memang investasinya besar, tapi ndak papa untuk pinjam perbankan dulu. Pinjam selama jabatan Wali Kota harus selesai," ujar dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....