Wujudkan Ketahanan Pangan, PTSI Latih Ibu-Ibu Tanam Cabai Mandiri
- 13 Jan 2025 11:38 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Perempuan Tani Sejahtera Indonesia (PTSI) bersama Tani Merdeka menggelar gerakan menanam cabai dirumah dengan mengajak Ratusan ibu-ibu rumah tangga di wilayah Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Gerakan ini juga menggandeng Yayasan Annur Insan Pembangkit PT PLN Indonesia Power sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis lingkungan, sekaligus menjawab persoalan tingginya harga cabai di pasaran.
Bertempat di balai desaPaulan pada Minggu (12/1/2025), ratusan peserta dari kalangan ibu-ibu mendapat pelatihan penanamn cabai. Tidak hanya itu, mereka juga menerima bantuan bibit hingga pupuk secara gratis.
Turut hadir Calon Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar terpilih Adhe Eliana, Sekretaris Tani Merdeka Jawa Tengah yang juga Anggota Komisi B DPRD Karanganyar Wawan Pramono, Kades Paulan, Polsek dan Koramil Colomadu.
Ketua PTSI, Supriyadi Kuncung menyatakan kegiatan ini menyasar anggota PKK, kelompok wanita tani (KWT) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), dengan jumlah peserta ada 200 orang. Menurutnya, ibu-ibu menjadi sasaran kegiatan ini agar bagaimana ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah masing-masing.
"Ibu-ibu kita ajak diskusi bersama. Kita beri bibit tanaman cabai dan pupuk. Kita beri pelatihan menanam cabai di rumah, untuk ketahanan pangan," ucapnya, Senin (13/1/2024).
Supriyadi mengatakan gerakan menanam cabai di rumah ini dinilai mampu mengatasi persoalan harga cabai yang selalu dinamis. Pasalnya, saat ini harga cabai nyaris menyentuh Rp100.000 per kilogram (kg).
Hal ini terjadi karena pasokan cabai yang tak sebanding dengan tingginya permintaan. Sehingga melalui gerakan menanam cabai di rumah, warga bisa memenuhi kebutuhan cabainya sendiri.
Ketua Yayasan Annur Insan Pembangkit PT PLN Indonesia Power, Tarwaji mengatakan Kegiatan di Desa Paulan ini akan menjadi percontohan sebelum diterapkan di wilayah lainnya.
"Harga cabai itu sangat dinamis. Kadang naik tinggi dan kadang rendah. Saat naik tinggi inilah, harapannya bisa ditekan dengan gerakan menanam cabai di rumah," katanya.
Sementara, Wabup terpilih, Adhe Eliana mengatakan sangat mengapresi gerakan kemandirian pangan tersebut. Kedepan, Pemkab Karanganyar melalui pemerintahan pasangan bupati dan wakil bupati, Rober Christanto dan Adhe Eliana akan mendukung program ini terus berjalan di Karanganyar.
"Program ini sangat bagus dan bisa membawa kemandirian pangan menuju swasembada pangan sebagaimana Aswa Cita Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Adhe menilai ibu memiliki peran penting dalam keluarga, sehingga diharapkan peran seorang ibu di dalam rumah tangganya bisa menjaga ketahanan pangan melalui budidaya tanaman. Hal ini sekaligus sejalan dengan program Pemerintah terkait ketahanan pangan dan kemandirian pangan.
"Jadi dengan kegiatan bertanam cabai organik di rumah menjadi salah satu upaya menjaga kemandirian pangan," katanya.
Sekretaris Tani Merdeka Jawa Tengah yang juga Anggota DPRD Karanganyar, Wawan Pramono mengatakan menjaga ketahanan pangan secara mandiri diperlukan agar membantu pemerintah menuju swasembada pangan. Pemerintah tak lagi impor produk dari luar negeri. Namun kebutuhannya bisa dipenuhi dari dalam negeri.
Pihaknya memberikan bibit cabai dan pupuk organik, serta edukasi dan asistensi dalam budidaya cabai organik. Hal ini salah satu dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan.
"Kegiatan pelatihan budidaya cabai organik sesuai dengan program Pemerintah yakni membangun ketahanan pangan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....