Tautan Pendaftaran Undian BRImo Festival 2026

  • 05 Feb 2026 21:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta :+ Terdapat sebuah postingan di Facebook yang mengklaim adanya link untuk mendaftar undian BRImo Festival 2026. Namun, sebenarnya klaim ini adalah palsu.

Dikutip dari turnbackhoax. id, link yang ada dalam postingan tersebut mengarah ke halaman yang berisi formulir digital yang meminta informasi pribadi seperti nama, alamat, dan nomor Telegram. Di akun Instagram resmi Bank BRI @bankbri_id, mereka mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan BRImo festival.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) telah mengakses link yang terdapat dalam postingan itu. Diketahui bahwa link tersebut membawa pengguna pada halaman yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor telegram.

TurnBackHoax kemudian mencari kata kunci "undian brimo bank bri festival tahun 2026" di mesin pencari Google. Hasil pencarian menunjukkan akun Instagram resmi BRI, “bankbri_id”, yang mengingatkan tentang banyaknya penipuan berkedok undian yang menggunakan nama BRImo festival.

Penipuan di media sosial semakin banyak terjadi, salah satunya adalah dengan menggunakan modus undian berhadiah yang mengklaim bernama BRImo FSTVL. Para penipu biasanya mengirimkan link palsu dan meminta informasi pribadi atau bahkan transfer uang.

Pastikan Anda memperhatikan beberapa hal berikut! Jangan berbagi informasi pribadi seperti PIN atau OTP. Dapatkan informasi dari saluran resmi BRI. Selalu periksa keaslian link dan pesan yang Anda terima. Tetap waspada dan jangan mudah tergoda oleh tawaran hadiah dari sumber yang tidak jelas. Lindungi data dan keamanan finansial Anda! , tulis akun Instagram “bankbri_id” pada November 2024.

Perusahaan melalui situs bri. co. id menjelaskan ciri-ciri penipuan program undian yang tidak benar adalah tidak menggunakan situs resmi, meminta informasi pribadi, dan menawarkan keuntungan yang terlalu besar. Postingan yang berisi link “pendaftaran undian BRImo festival” yang mengarah ke situs tidak resmi tersebut adalah konten tiruan (impostor content).

(Syurie Ariandani)

Rekomendasi Berita