Hoaks Kuis Berhadiah Puluhan Juta dari Dedi Mulyadi

  • 30 Nov 2025 15:33 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Klaim adanya “kuis berhadiah puluhan juta dari Dedi Mulyadi” yang beredar di media sosial ternyata merupakan informasi palsu yang berulang dan dikategorikan sebagai hoaks oleh berbagai lembaga pemeriksa fakta dan kanal resmi pemerintah daerah. Konten tersebut umumnya memanfaatkan nama dan wajah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjebak warganet dengan iming-iming hadiah uang tunai hingga puluhan atau ratusan juta rupiah melalui kuis tebak kata atau giveaway di Facebook, Instagram, dan TikTok.

Unggahan hoaks ini biasanya berbentuk video atau gambar yang menampilkan sosok Dedi Mulyadi dengan narasi bahwa ia sedang mengadakan kuis atau giveaway, misalnya kuis tebak nama kota atau tebak kata dengan hadiah uang puluhan juta rupiah.

Peserta diminta meninggalkan jawaban di kolom komentar, mengirim pesan lewat Messenger atau WhatsApp, bahkan mengklik tautan tertentu yang diklaim sebagai “situs resmi” untuk pengambilan hadiah. Mengutip dari laman turnbackhoax.id, Tim cek fakta menegaskan bahwa video dan gambar tersebut merupakan konten manipulatif, banyak di antaranya menggunakan rekayasa suara berbasis kecerdasan buatan sehingga seolah-olah Dedi Mulyadi benar-benar mengumumkan kuis berhadiah.

Selain itu, akun-akun yang menyebarkan kuis tersebut bukan akun resmi yang telah terverifikasi, dan tidak ditemukan pengumuman serupa di kanal resmi Dedi Mulyadi maupun pemerintah provinsi.Unit layanan informasi publik dan kanal resmi pemeriksa hoaks daerah menyatakan bahwa unggahan mengenai kuis Dedi Mulyadi berhadiah puluhan atau ratusan juta rupiah adalah tidak benar dan dikategorikan sebagai konten tiruan maupun konten yang dimanipulasi.

Mereka menegaskan bahwa program resmi pemerintah tidak akan dibagikan melalui pola komentar acak di media sosial atau melalui tautan mencurigakan yang meminta data pribadi dan mengarahkan ke situs berisiko, termasuk situs berkedok permainan daring. Sejumlah analisis menyimpulkan bahwa pola hoaks ini berpotensi menjadi modus penipuan, karena pelaku bisa memanfaatkan data kontak, mendorong korban mengirim uang “biaya administrasi”, atau mengarahkan korban ke platform berisiko untuk mendapatkan keuntungan ilegal.

Konten yang menonjolkan kalimat “bagi-bagi uang gratis” atau “hadiah puluhan juta tanpa syarat” dengan mencatut nama pejabat daerah dipandang sebagai upaya mengeksploitasi kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Masyarakat diminta tidak ikut mengomentari, membagikan, ataupun mengklik tautan pada unggahan yang mengklaim adanya kuis berhadiah puluhan juta dari Dedi Mulyadi, terutama jika berasal dari akun yang tidak terverifikasi.

Warga disarankan selalu memeriksa informasi ke akun resmi, situs pemerintah, atau kanal klarifikasi hoaks. Melaporkan konten serupa ke platform media sosial bila menemukan postingan yang memanfaatkan nama pejabat untuk kuis berhadiah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Desva Fitra/Dinar Rusydiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....