Eropa Kacau setelah Indonesia Stop Ekspor Makanan, Hoaks
- 26 Nov 2025 14:38 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sebuah video yang beredar di platform media sosial menyatakan bahwa Eropa sedang mengalami kekacauan setelah Indonesia menghentikan pengiriman bahan makanan ke benua itu. Namun, pernyataan mengenai kekacauan di Eropa akibat penghentian ekspor bahan makanan oleh Indonesia adalah tidak benar.
Tidak ada bukti dari situs berita yang terverifikasi atau akun resmi pemerintah yang mendukung klaim ini. Setelah diselidiki, Indonesia masih mengirim berbagai produk ke Eropa, meski tidak terbatas pada bahan makanan.
Ekonom dari Universitas Airlangga, Prof. Rossanto Dwi Handoyo, SE. , M. Si. , Ph. D, menjelaskan bahwa hanya nikel dan minyak kelapa sawit (CPO) yang mengalami penghentian ekspor. Meskipun begitu, pembatasan ini tidak mengakibatkan Eropa dalam krisis atau kekacauan karena kebutuhan minyak sawit dapat dipenuhi dengan jenis minyak lainnya, seperti minyak biji bunga matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun.
Tidak ada tanda-tanda kekacauan di Eropa walaupun harga CPO Indonesia lebih rendah. Sebuah VIDEO yang mengklaim Eropa sedang mengalami kekacauan setelah Indonesia menghentikan ekspor bahan makanan beredar di TikTok [arsip].
Dalam tayangan tersebut, terlihat toko-toko di Paris yang tampak kosong karena diinformasikan kehabisan stok, serta rekaman aktivitas di pelabuhan peti kemas. Dikatakan bahwa Indonesia telah menghentikan pengiriman ke Eropa dan mengalihkan penghasilan ke Timur Tengah serta Afrika.
Artikel ini akan menyelidiki dua klaim utama. Pertama, benarkah Indonesia menghentikan ekspor ke Eropa? Kedua, apakah video tersebut benar-benar menunjukkan kekacauan di Eropa akibat kekosongan stok makanan?
Tempo melakukan penelusuran terhadap video tersebut dengan membandingkan isinya dengan informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya serta menganalisa visualnya menggunakan alat deteksi kebenaran. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa Indonesia tetap mengekspor berbagai komoditas ke Eropa, meskipun tidak semuanya berupa bahan makanan. Bagian visual yang dianggap menunjukkan kekacauan di Eropa ternyata sebagian besar dibuat dengan bantuan teknologi tiruan.
(Syurie Ariandani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....