Menkeu Tarik Anggaran Program Makan Bergizi Gratis, Menyesatkan
- 13 Okt 2025 14:54 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Akun Instagram bernama “heru.selaloe” pada Sabtu (27/9/2025) membagikan sebuah video dengan narasi bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Jumat (10/10/2025), unggahan tersebut telah mendapat 63 tanda suka dari pengguna Instagram.
Klaim tersebut menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat mengenai kelanjutan program MBG yang sedang berjalan. Beberapa pengguna media sosial bahkan mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Mengutip laman Trunbackhoax.id, guna menanggapi beredarnya informasi itu, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan penelusuran kebenaran klaim tersebut. Tim memasukkan kata kunci “Menkeu Purbaya tarik anggaran program MBG” ke mesin pencarian Google untuk mencari sumber pemberitaan terpercaya.
Hasilnya, tidak ditemukan satu pun laporan dari media kredibel yang membenarkan bahwa Menkeu Purbaya telah menarik anggaran program MBG. Sebaliknya, penelusuran justru mengarah ke pemberitaan kompas.com berjudul “Menkeu Bakal Alihkan Anggaran MBG ke Bantuan Beras 10 Kg Jika Tak Terserap” yang tayang pada Jumat (19/9/2025).
Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa Menkeu Purbaya tidak menarik dana program MBG, melainkan menyatakan akan mengalihkan sebagian anggaran ke program lain bila penyerapan anggaran MBG tidak optimal. Program alternatif yang dimaksud salah satunya adalah bantuan pangan berupa beras 10 kilogram bagi masyarakat yang membutuhkan.
Purbaya juga menegaskan kebijakan itu bukan bentuk teguran terhadap Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi langkah antisipatif agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara efektif. Ia menambahkan, selama BGN mampu menyerap anggaran dengan baik, pengalihan dana tidak akan dilakukan.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, klaim dalam video akun “heru.selaloe” tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Unggahan itu dikategorikan sebagai konten menyesatkan (misleading content) karena mengubah konteks pernyataan Menkeu dan berpotensi menimbulkan salah persepsi publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....