Jeruk Bali: Segar di Awal, Pahit di Akhir

  • 24 Sep 2025 13:09 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Jeruk bali merupakan salah satu buah sitrus yang cukup populer di Indonesia, dikenal dengan rasa manis segar yang khas. Namun, tidak sedikit orang yang merasakan sensasi pahit di mulut setelah menyantapnya, terutama saat minum air putih atau minuman lain.

Dikutip dari rri.co.id, fenomena ini menarik untuk dipahami karena berkaitan dengan kandungan kimiawi jeruk Bali serta respons alami tubuh. Rasa pahit tersebut terutama dipengaruhi oleh senyawa yang terdapat pada kulit maupun lapisan putih (albedo) buah.

Pada bagian tersebut mengandung senyawa di antaranya adalah tannin dan saponin. Saponin dikenal memberikan rasa pahit sekaligus menghasilkan sedikit busa ketika bercampur dengan air, sedangkan tannin menyebabkan sensasi sepat di mulut akibat terbentuknya ikatan silang antara tannin dengan protein di rongga mulut.

Selain itu, jeruk bali juga mengandung flavonoid naringin serta senyawa limonin yang memberikan karakter pahit alami. Ketika kita mengonsumsi jeruk bali, sisa senyawa ini dapat menempel di lidah atau dinding mulut.

Begitu terkena air, senyawa tersebut kembali larut sehingga reseptor pahit pada lidah teraktivasi dan menimbulkan sensasi pahit yang lebih jelas. Faktor kesehatan juga dapat memengaruhi pengalaman rasa ini. Misalnya, penderita refluks asam lambung berpotensi merasakan pahit karena asam yang naik ke kerongkongan.

Sementara kondisi mulut kering (xerostomia) juga dapat memperkuat pertumbuhan bakteri. Beberapa obat juga diketahui memengaruhi komposisi air liur sehingga meninggalkan rasa pahit di mulut.

Untuk mengurangi sensasi rasa pahit tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Antara lain dengan membuang lapisan putih pada jeruk bali yang kaya tannin dan saponin, membilas mulut dengan air hangat setelah makan, atau menunggu sejenak sebelum minum agar senyawa pahit tidak langsung terlarut.

Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat menikmati segarnya jeruk bali tanpa terlalu terganggu oleh rasa pahit sesudahnya. Sensasi tersebut sebenarnya merupakan reaksi alami antara senyawa kimia dalam buah dan kondisi mulut, sehingga bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

(Reinaldis/ Magang Pignateli/ Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....