Mafindo Ingatkan Bahaya Hoax AI dan Pentingnya Verifikasi
- 09 Sep 2025 15:12 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Koordinator Mafindo Wilayah Soloraya, Erwina Tri Sulistiyaningrum, menegaskan bahwa maraknya penggunaan internet dan media sosial memicu lonjakan penyebaran informasi palsu atau hoax. Bahkan, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi senjata bermata dua yang bisa digunakan untuk memproduksi sekaligus menanggulangi hoax.
"Ya, memang perlu kita bersama sadari bahwa penyebaran informasi palsu atau hoax itu mengalami lonjakan yang signifikan ya dengan meningkatnya penggunaan internet dan media sosial," ujarnya kepada RRI, Selasa (9/9/2025).
Ia mencontohkan fenomena deepfake yang belakangan kerap memunculkan video manipulatif, seperti Presiden Joko Widodo yang ditampilkan fasih berbahasa Mandarin, hingga Sri Mulyani yang seolah-olah menyebut guru sebagai beban negara. "Itu menjadi bukti bahwa bagaimana AI itu bisa sangat mudah mengelabuhi masyarakat. Apalagi masyarakat yang tidak disiplin melakukan verifikasi ketika mendapatkan informasi," ucapnya.
Menurutnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat agar tidak mudah terjebak hoax. Pertama, disiplin memverifikasi sumber melalui situs pemeriksa fakta seperti turnbackhoax.id. Kedua, memanfaatkan aplikasi pendeteksi deepfake seperti DeepWare Scanner atau Microsoft Video Authenticator. Ketiga, meningkatkan literasi digital di sekolah maupun komunitas. Keempat, selalu bersikap skeptis dan kritis terhadap informasi yang diterima.
"Penting kita untuk berdisiplin diri maupun mengajak orang lain untuk selalu bersikap kritis. Karena memang kritis dan tidak langsung mempercaya informasi itu adalah kunci sebenarnya," katanya.
Erwina menambahkan, Mafindo sendiri memiliki tim pemeriksa fakta profesional yang menggunakan beragam tools untuk memverifikasi konten hoax, termasuk yang diproduksi dengan AI. "Namun perlu digarisbawahi bahwa ketahanan komunitas atau komunal itu juga perlu dibangun ya," ujarnya.
Ia menuturkan, Mafindo secara rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui kanal media sosial resmi seperti Instagram, TikTok, maupun situs turnbackhoax.id. "Netizen juga bisa belajar ya ada konten-konten edukatif bagaimana kita membedakan konten itu hoax atau bukan dibuat dengan AI atau bukan," ujarnya. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....