Penipuan Tautan Pendaftaran BLT Pendidikan Anak Sekolah
- 12 Agt 2025 09:33 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Beredar sebuah tautan di media sosial yang mengklaim sebagai formulir pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pendidikan anak sekolah. Tautan ini dibagikan oleh akun Facebook "ahmad fauzi" Kamis (9/7/2025).
Unggahan tersebut berhasil menarik perhatian banyak pengguna, namun setelah ditelusuri oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), tautan ini dipastikan merupakan modus penipuan. Mengutip laman TurnBackHoax, penelusuran dilakukan oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menunjukkan bahwa klaim serupa sebelumnya sudah pernah beredar.
Tim sebelumnya telah mengusut kebenaran informasi ini dan menerbitkan artikel berjudul "[PENIPUAN], pada tautan “Pendaftaran BLT untuk Anak Sekolah” pada Rabu (14/5/2025). Dengan beredarnya kembali tautan yang sama, tim segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan modus operandi di baliknya.
Ketika tautan dalam unggahan tersebut diakses, pengguna akan diarahkan ke sebuah formulir yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram yang aktif. Tahap berikutnya, pelamar diminta untuk memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke akun Telegram mereka.
Proses ini sangat mencurigakan karena mengarah pada upaya peretasan akun, di mana pelaku bisa mendapatkan akses tidak sah ke akun Telegram pengguna. Permintaan kode verifikasi untuk pendaftaran bantuan sosial adalah hal yang tidak lazim dan patut diwaspadai.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Sosial (kemensos.go.id), program bantuan untuk anak sekolah sebenarnya sudah termasuk dalam skema Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dilansir dari detik.com, pendaftaran DTKS dilakukan secara resmi melalui aplikasi “Cek Bansos”, bukan melalui tautan tidak resmi yang beredar di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa tautan yang disebarkan oleh akun "ahmad fauzi" tidak memiliki kaitan apa pun dengan program resmi pemerintah.
Dengan demikian, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menyimpulkan bahwa unggahan berisi tautan pendaftaran BLT untuk pendidikan anak sekolah adalah konten tiruan (impostor content). Konten jenis ini sengaja dibuat untuk meniru program pemerintah yang sah demi menjebak masyarakat agar memberikan data pribadi atau bahkan menguasai akun media sosial mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....