Hoaks, Kim Jong Un Siap Perang Bantu Iran
- 30 Jun 2025 22:41 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sedang berpidato di hadapan barisan militer. Dalam video tersebut, Kim Jong Un disebut-sebut menyatakan siap berperang membantu Iran dalam konflik Timur Tengah, bahkan mengklaim militer Korea Utara sudah siap menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya.
Teks terjemahan dalam video itu menegaskan bahwa Korea Utara akan langsung terlibat dalam perang untuk membela Iran.Setelah dilakukan pemeriksaan fakta berdasarkan laman turnbackhoax.id, klaim dalam video tersebut dipastikan hoaks.
Video yang beredar itu ternyata merupakan rekaman lama dari tahun 2022, ketika Kim Jong Un berpidato dalam rangka peringatan ulang tahun ke-90 militer Korea Utara. Tidak ada pernyataan Kim Jong Un tentang kesiapan berperang membantu Iran dalam pidato aslinya.
Teks terjemahan yang beredar di media sosial merupakan hasil manipulasi dan tidak sesuai dengan isi pidato asli.Sampai saat ini, sikap resmi Korea Utara terkait konflik Iran dan Israel hanya sebatas kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Korea Utara menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta menuding Amerika Serikat memperbesar kobaran api perang di Timur Tengah. Namun, tidak ada pernyataan resmi dari Kim Jong Un atau pemerintah Korea Utara yang menyebutkan kesiapan berperang atau mengirimkan pasukan untuk membantu Iran secara langsung.
Hubungan Korea Utara dan Iran memang diketahui cukup erat, terutama dalam bidang militer dan teknologi, namun bentuk dukungan yang diberikan lebih bersifat diplomatik dan strategis, bukan berupa komitmen keterlibatan militer langsung dalam konflik Timur Tengah. Analis internasional menilai dukungan Korea Utara terhadap Iran lebih sebagai langkah politik untuk memperkuat posisi tawar menghadapi tekanan Barat, bukan sebagai ajakan perang terbuka.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi, terutama terkait isu-isu sensitif seperti konflik internasional. Selalu cek kebenaran informasi melalui sumber resmi dan media kredibel agar tidak terjebak dalam arus hoaks yang dapat memperkeruh situasi global. (Desva Fitra/Dinar Rusydiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....