Klarifikasi Chairlift Borobudur Bukan Eskalator

  • 06 Jun 2025 14:22 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Sebuah video yang dibagikan akun X “MurtadhaOne1” pada Minggu (25/5/2025) menjadi viral, menampilkan narasi bahwa Candi Borobudur akan dipasangi eskalator. Unggahan tersebut sontak memicu perdebatan di media sosial, terbukti dengan lebih dari 23.000 suka dan 10.000 dibagikan ulang hingga Jumat (6/6/2025).

Banyak warganet mempertanyakan keputusan tersebut, khawatir akan dampak negatifnya terhadap kelestarian situs warisan dunia tersebut. Menanggapi kehebohan yang terjadi, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, segera memberikan klarifikasi.

Dalam keterangannya kepada awak media di kompleks DPR RI Jakarta pada Senin (26/5/2025), Fadli Zon dengan tegas membantah kabar pemasangan eskalator di Candi Borobudur. Dikutip dari website Turnbackhoax.id, Fadli Zon menjelaskan bahwa alat yang terlihat dalam video adalah chairlift, bukan eskalator, dan fungsinya ditujukan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi penyandang disabilitas dan lansia saat berkunjung ke candi.

Lanjutnya, ini untuk membandingkan inisiatif ini dengan praktik di situs-situs warisan dunia lainnya. "Chairlift itu untuk inklusivitas, semua situs-situs dunia itu sudah memakai itu kalau kita datang ke Akropolis ke Parthenon, di Yunani. Itu juga memakai itu, saya juga lihat di sistem chapel, itu kalau kita lihat di sistem gereja Saint Peter di Italia yang merupakan heritage itu juga memakai itu,” kata Fadli

Penggunaan chairlift merupakan standar global untuk meningkatkan aksesibilitas. Menteri Kebudayaan menjamin bahwa pemasangan chairlift ini tidak akan merusak struktur Candi Borobudur.

Penjelasan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat terkait dampak proyek terhadap kelestarian situs bersejarah tersebut. “Kita melakukan ini adaptasi terhadap itu jadi ini sesuai UU dan tidak ada perusakan sama sekali, itu pakai hand rail. Jadi saya tegaskan tidak ada eskalator apalagi ekskavator,” ujarnya.

.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim dalam video yang viral tersebut, yang menyatakan Candi Borobudur akan dipasangi eskalator agar presiden Prabowo dapat naik ke atas, adalah konteks yang salah (false context). Pemasangan alat tersebut murni untuk tujuan inklusivitas dan aksesibilitas bagi semua pengunjung, khususnya penyandang disabilitas dan lansia, sejalan dengan praktik di situs-situs warisan dunia lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....