Informasi Semburan Lumpur Lapindo Berhenti di Media Sosial, Tidak Benar

  • 15 Apr 2025 07:59 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Sebuah unggahan video reel di akun Instagram “folkjtm” baru-baru ini menimbulkan kehebohan dengan klaim yang menyebutkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo telah berhenti. Klaim ini dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi dari warganet.

Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar atau merupakan konten dengan konteks yang salah. Dikutip dari website turnbackhoax.id, tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan penelusuran daring dengan menggunakan kata kunci “lumpur lapindo berhenti menyembur” pada mesin pencarian Google.

Hasil penelusuran mengarahkan pada sebuah artikel berita dari Kompas.com berjudul “Ramai soal Kabar Semburan Lumpur Lapindo Berhenti, Bagaimana Faktanya?”. Artikel yang diterbitkan pada Senin, 24 Maret 2025 tersebut secara tegas membantah klaim mengenai berhentinya semburan lumpur Lapindo.

Dalam wawancara yang dikutip oleh Kompas.com, seorang warga setempat bernama Legiman, yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata di area Lumpur Lapindo, memberikan keterangan yang jelas. Legiman menyatakan bahwa semburan lumpur di lokasi bencana masih terus berlangsung hingga saat ini.

Meskipun demikian, ia mengakui adanya penurunan volume semburan dibandingkan dengan masa-masa awal terjadinya bencana. Selain itu, Legiman juga mengungkapkan bahwa asap putih masih terlihat mengepul di sekitar tanggul penahan lumpur, dan aroma gas masih tercium di area tersebut.

Lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menemukan adanya interpretasi yang kurang akurat dari pembuat konten terhadap sebuah artikel berita dari media Tempo. Ketidakakuratan interpretasi ini kemudian berujung pada penyampaian konteks yang keliru dalam konten yang diunggah di Instagram.

Fakta sebenarnya adalah bahwa lumpur Lapindo tidak berhenti menyembur, melainkan mengalami penurunan dalam volume semburannya. Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa semburan lumpur Lapindo telah berhenti adalah informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Berdasarkan penelusuran fakta dan keterangan dari sumber terpercaya, dapat disimpulkan bahwa unggahan video reel di akun Instagram “folkjtm” yang mengklaim semburan lumpur Lapindo telah berhenti merupakan konten dengan konteks yang salah (false context). Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta selalu merujuk pada sumber-sumber informasi yang kredibel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....