Waspada Penipuan Bansos PKH Ramadan Melalui Telegram
- 27 Mar 2025 19:39 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sebuah unggahan di media sosial mengklaim adanya bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Ramadan yang disalurkan melalui aplikasi pesan Telegram. Klaim ini ternyata tidak benar dan tergolong sebagai konten tiruan atau impostor content.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap informasi yang beredar dan tidak mudah percaya dengan tawaran bansos yang tidak jelas sumbernya. Mengutip laman turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) telah melakukan penelusuran terhadap tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut, dan hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Telegram maupun Kementerian Sosial (Kemensos).
Sebaliknya, laman tersebut meminta pengunjung untuk memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram, dengan iming-iming mendapatkan bansos. Praktik pengumpulan data pribadi dengan modus tawaran bansos palsu ini sangat berbahaya.
Data-data tersebut dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, seperti penipuan, pencurian identitas, atau bahkan pembobolan rekening. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal atau melalui laman yang mencurigakan.
Untuk memastikan informasi yang akurat mengenai bansos PKH, masyarakat dapat mengakses laman resmi Kemensos, yaitu cekbansos.kemensos.go.id. Laman tersebut, merupakan sumber informasi resmi dan terpercaya mengenai status penerima bansos.
Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi layanan pengaduan Kemensos untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Jangan mudah percaya dengan tawaran bansos yang tidak jelas sumbernya, dan selalu verifikasi informasi melalui sumber-sumber resmi. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari penipuan dan kerugian yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....