Waspada Penipuan Bansos Mengatasnamakan CEO Telegram

  • 28 Feb 2025 21:39 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan yang menawarkan bantuan sosial (bansos) dengan mengatasnamakan CEO Telegram. Unggahan tersebut menyertakan tautan yang diklaim sebagai laman resmi pendaftaran bansos dari Telegram.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), diketahui bahwa tautan tersebut adalah palsu dan merupakan upaya penipuan. Dikutip dari website turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo mencoba mengakses tautan yang terdapat dalam unggahan tersebut.

Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Telegram maupun Kementerian Sosial (Kemensos).Tautan itu hanya mengarahkan pengguna ke formulir pengisian data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Setelah itu, pengguna akan diminta untuk memasukkan kode OTP yang dikirimkan melalui Telegram. Modus ini merupakan indikasi kuat dari upaya penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi pengguna.

Menurut informasi dari antaranews.com, penerima bansos resmi adalah masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendaftaran DTKS secara daring hanya dapat dilakukan melalui aplikasi "Cek Bansos" yang resmi dikeluarkan oleh Kementerian Sosial.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan tawaran bansos yang tidak jelas sumbernya dan selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber-sumber resmi. Unggahan yang berisi "tautan bansos dari CEO Telegram" merupakan konten tiruan (impostor content) yang bertujuan untuk menipu masyarakat.

Masyarakat harus selalu waspada dan berhati-hati terhadap tawaran bansos yang mencurigakan. Jangan pernah memberikan data pribadi atau kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal. Selalu periksa kebenaran informasi melalui situs web resmi atau akun media sosial resmi milik pemerintah atau lembaga terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....