Tak Seseram Namanya, Ini Desa Pocong
- 04 Okt 2026 22:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mendengar nama Desa Pocong, sebagian orang mungkin langsung membayangkan sesuatu yang menyeramkan. Padahal, Desa Pocong benar-benar merupakan sebuah desa di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dan tercatat dalam data pemerintahan sebagai wilayah administratif. Bahkan, data Kemendikdasmen mencatat keberadaan UPTD SDN Pocong yang beralamat di Jalan Sumber Pocong, Desa Pocong.
Nama yang unik membuat Desa Pocong kerap mengundang rasa penasaran, tetapi kehidupan di dalamnya tentu tidak seseram kesan yang muncul dari namanya. Salah satu hal menarik justru berkaitan dengan sumber air yang menggunakan nama Pocong. Dalam dokumen Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Sumber Pocong di Kecamatan Tragah tercatat sebagai salah satu sumber mata air dengan debit besar dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Lalu, dari mana sebenarnya nama Pocong berasal? Tidak ada satu penjelasan sejarah yang bisa disebut sebagai versi tunggal yang sudah terverifikasi, tetapi nama tersebut muncul dalam cerita rakyat Madura. Dikutip dari buku Morteka dari Madhura yang tersimpan di repositori Kemendikdasmen, terdapat kisah tentang seorang perempuan bernama Nyai Pocong yang dikaitkan dengan wilayah yang memiliki sumber air deras dan berkualitas baik.
Menariknya, nama Pocong juga muncul dalam kajian mengenai cerita rakyat Madura yang diterbitkan dalam repositori Kementerian Pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa nama tersebut bukan sekadar istilah yang muncul belakangan karena cerita horor, melainkan telah hadir dalam tradisi cerita masyarakat Madura. Karena itu, kisah mengenai asal-usul Desa Pocong sebaiknya dilihat sebagai bagian dari kekayaan cerita dan budaya lokal, bukan langsung dianggap sebagai kisah mistis.
Pada akhirnya, Desa Pocong menawarkan pelajaran sederhana bahwa sebuah nama tidak selalu menggambarkan kehidupan di dalamnya. Di balik nama yang terdengar menyeramkan, terdapat masyarakat, sumber air, pendidikan, dan jejak cerita rakyat yang menjadi bagian dari kehidupan Bangkalan. Desa ini justru menarik karena membuat orang berhenti sejenak, bertanya tentang asal-usul namanya, lalu menemukan cerita budaya yang jauh lebih beragam daripada sekadar kesan horor. (Bayuadi_LPU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....