Harmoni Kode dan Karawitan, Menjaga Tradisi lewat Teknologi
- 30 Sep 2026 13:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Teknologi mulai dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian dan pengembangan seni karawitan. Muhammad Ainun Zibran, S.Sn., mengembangkan aplikasi AIN E – Mbat Gamelan Tuner untuk membantu proses pelarasan gamelan. Hal tersebut disampaikan Ainun dalam acara Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, Selasa, 29 September 2026.
Praktisi gamelan dan programmer tersebut mengembangkan aplikasi untuk memudahkan proses pelarasan gamelan. Gagasan AIN E – Mbat Gamelan Tuner berawal dari keresahan Ainun yang berasal dari Tulungagung. Di kampung halamannya, saat gamelan perlu diperbaiki, pemilik harus membawanya ke Solo dengan biaya perjalanan tambahan.
Kondisi tersebut mendorong Ainun mencari cara agar proses penyelarasan gamelan dapat dilakukan lebih mudah. Proyek tersebut mulai dikembangkan sejak 2024 melalui aplikasi dan platform website.
Aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu proses penyelarasan dan konsultasi bunyi gamelan. Saat ini, Ainun juga mendokumentasikan gamelan dari Semarang, Yogyakarta, Tulungagung, Surabaya, dan Surakarta untuk melengkapi basis data aplikasi.
"Teknologi pada dasarnya adalah alat bantu untuk kita. Teknologi seharusmya dapat membantu produktivitas seni tanpa menggantikan proses penciptaan seni itu sendiri,” ujar Ainun.
Ainun menilai teknologi dapat membantu masyarakat mempelajari gamelan ketika memiliki keterbatasan alat. Namun, seseorang tetap perlu memainkan gamelan asli ketika ingin menjadi seorang seniman.
Selain penyelarasan, aplikasi tersebut memiliki fitur untuk mengubah audio menjadi notasi. Saat ini, sebanyak 20 perangkat gamelan telah didokumentasikan dalam pengembangan aplikasi.
Menurut Ainun, pelestarian karawitan juga membutuhkan arsip yang mampu mencatat sejarah perkembangannya. Perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai bentuk inovasi dalam karawitan. Ainun menyebut perubahan tersebut terlihat melalui musik berbasis AI dan penggunaan unsur DJ dalam gamelan.
Dalam proses penyelarasan, Ainun mengembangkan algoritma yang sesuai untuk membaca karakter suara gamelan berbahan perunggu. Teknologi tersebut dirancang agar bunyi tetap dapat terdeteksi dalam berbagai kondisi lingkungan.
Meski demikian, proses pembuatan dan penyelarasan gamelan tetap membutuhkan tenaga manusia. Teknik penempaan dan penyelarasan membutuhkan kemampuan teknis serta kepekaan pendengaran yang tidak dimiliki semua orang.
Ke depan, Ainun menargetkan pengembangan teknologi berbasis AI untuk membantu proses penyelarasan gamelan. Ia juga berharap peneliti dan pengembang terus mencari solusi atas berbagai persoalan dalam karawitan. Ia mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk mendukung perkembangan seni tradisi. (Khodijah Gadis Arivia - UIN Raden Mas Said Surakarta, Magang RRI/Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....