Tradisi Dugderan Kabupaten Semarang Menyambut Bulan Ramadhan Suci
- 25 Sep 2026 04:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dugderan adalah tradisi perayaan menyambut bulan Ramadan menjadi pesta rakyat tahunan masyarakat Semarang yang sangat meriah membahagiakan warga. Nama dugderan berasal dari bunyi bedug dug dan meriam der bergema keras menandai masuknya bulan suci penuh berkah.
Tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun seribu delapan ratus delapan puluh satu pada masa Bupati Semarang Aryo Purboningrat. Kanjeng Bupati menentukan awal puasa setelah membunyikan bedug meriam bambu tiga kali dihalaman kabupaten disaksikan masyarakat luas khidmat.
Pengumuman resmi kemudian ditandai bedug tujuh belas kali dentuman meriam tujuh kali sehingga melahirkan istilah dugderan populer terkenal. Warak Ngendog menjadi ikon utama tradisi berupa hewan mitologi perpaduan tiga budaya Jawa Arab Tionghoa melambangkan toleransi keberagaman.
Warak berasal bahasa Arab wara artinya suci Ngendog bertelur bermakna pahala lebaran bagi penjaga kesucian selama bulan Ramadan. Bentuknya perpaduan kambing kaki naga kepala buraq badan sangat unik menarik perhatian anak dewasa wisatawan domestik mancanegara semuanya.
Prosesi terdiri tiga agenda pasar malam ritual pengumuman kirab budaya Warak Ngendog meriah dinanti masyarakat Kabupaten Semarang tercinta. Di Kabupaten Semarang pusatnya Alun Alun Bung Karno Ungaran ramai dikunjungi warga menjelang maghrib berburu takjil lezat menggugah.
Pasar Dugderan menjajakan kerajinan permainan tradisional kebutuhan Ramadhan lengkap terjangkau harganya sehingga menghidupkan ekonomi UMKM lokal Kabupaten Semarang. Kirab budaya diikuti paguyuban seni termasuk jaran kepang reog barongan karnaval meriah sekali akulturasi Jawa Arab Tionghoa harmonis.
Di era modern Dugderan berfungsi identitas budaya wisata religi edukasi toleransi keberagaman masyarakat multikultural rukun damai sejahtera selamanya. Mahasiswa karawitan ISI Surakarta perlu mendokumentasikan mengembangkan Warak Ngendog digital mendunia membanggakan Indonesia melalui animasi musik kolaborasi kreatif.(Aryo- Mahasiswa Magang ISI Ska)
Referensi:
1. Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. 2022. Dugderan: Tradisi Sambut Ramadan Di Kota Semarang. visitjawatengah.jatengprov.go.id
2. Shokheh, Mukhamad. 2023. Sejarah Dugderan Sebagai Identitas Budaya Semarang. Departemen Sejarah FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....