Eka Prawira: Jejak Prajurit dalam Gerak Tari
- 22 Sep 2026 13:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID- Gerak gagah, hentakan tegas, dan permainan pedang tameng membuat tari Eka Prawira menghadirkan sosok prajurit dalam tubuh penarinya. Tarian ini menampilkan semangat keberanian juga keterampilan prajurit dalam menguasai senjata.
Tari Eka Prawira biasanya disajikan dalam bentuk tunggal, tapi juga terkadang berkelompok dengan gerak rampak. Tari ini merupakan garap baru yang berpijak pada tari wireng yang telah ada sebelumnya, pengembangan dari tari Bondoyudo.
Nama Eka/Eko memilliki makna satu, sedangkan prawira berarti prajurit yang kuat, tangguh, dan berkemampuan tinggi. Gerakan dari tari ini menggambarkan sosok prajurit yang sedang berlatih menggunakan senjatanya.
Karya tari ini diciptakan oleh S.Maridi yang disusun pada tahun 1961 yang itu merupakan tantangan dari Presiden RI pertama. Gerak tari dalam karya ini berpijak dari vokabuler gerak tari bondoyudo dan dikombinasikan dengan gerakan pencak silat.
Permainan pedang dalam gerak tari ini menjadi kekuatan utama dalam jurus serangan, tangkisan, tusukan, dan tendangan. Beberapa ragam gerak lainya meliputi sabetan, lukmasana, besut, nikelwati, serta berbagai pola gerak keprajuritan.
Busana yang digunakan umumnya adalah busana model Wiron Sandatan dengan assesoris kepala menggunakan Iket kepala jenis Kodokbineset atau Kempleng. Materi tari Eka Prawira, biasanya digunakan sebagai materi dasar bagi penari pemula dengan gerak laku dodok, jengkeng sembahan, dan sabetan.
Dari gerakannya, Eka Prawira bukan sekedar menawarkan tontonan yang gagah dan dinamis. Tarian ini menjadi gambaran tentang keberanian, kedisiplinan, serta keterampilan yang diwujudkan dalam gerak latihan seorang prajurit.(Saifulloh Magang ISI Ska)
Referensi:
R. Indonesia, K. Hukum, D. A. N. Hak, and A. Manusia, Surat pencatatan ciptaan. 2017.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....